Mahasiswa Internasional se-Indonesia Berkumpul di UNY

itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memberangkatkan empat mahasiswa internasional untuk menghadiri The World Indonesianist Congress bertema “Building a Better Future of Indonesia: Toward a Tolerant, Vibrant, and Creative Society”. Kongres diadakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada 14—16 Oktober 2019 yang lalu. Tujuan kegiatan salah satunya agar mahasiswa internasional turut berkontribusi dalam membangun bangsa Indonesia.

Norma Angelica da Costa Mendonca saat presentasi paper di gelaran The World Indonesianist Congress mahasiswa internasional di UNYNorma Angelica da Costa Mendonca (kiri) saat presentasi paper di gelaran The World Indonesianist Congress mahasiswa internasional di UNY. (Foto: Istimewa)


Baca juga: www.itn.ac.id

Terdapat sekitar 400 mahasiswa internasional yang hadir dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Afrika Selatan, Colombia, Pakistan, Vietnam, Timor Leste, dan lain sebagainya. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini pendaftaran disertai dengan seleksi paper yang ditulis oleh dua orang. Perwakilan paper yang lolos akan mempresentasikan gagasannya.

Secara garis besar kegiatan pada hari pertama diisi dengan pertunjukan budaya. Hari kedua masih diisi pertunjukan budaya dan pemateri empat panel. Kemudian, pada hari terakhir digunakan untuk presentasi paper terpilih. Dari setiap tema dipilih empat paper, ada empat tema yaitu demokrasi, komunitas, budaya, dan kreativitas.

Salah satu paper yang lolos dari ITN Malang merupakan karya kelompok Norma Angelica da Costa Mendonca. Mahasiswi asal Timor Leste ini memilih tema kreativitas dan menulis tentang upaya merangsang konsep minim sampah dengan metode 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Repair, Replace). Konsep tulisannya meliputi dampak, contoh, dan studi dua negara yakni Indonesia serta Timor Leste.

Mahasiswi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) semester 7 tersebut menuturkan jika Timor Leste sudah memiliki kebijakan bebas sampah plastik. Rencananya, negara ini juga akan membangun fasilitas daur ulang sampah plastik revolusioner. Sebagian plastik yang ada di Timor Leste berasal dari Indonesia sebab penduduk kedua negara memiliki hubungan dagang. Norma pun ingin Indonesia memaksimalkan 5R untuk melangkah ke negara bebas plastik.

Baca juga: Perjuangan 33 Tahun PWK ITN Malang dibayar Akreditasi A dan Go Internasional

Baca juga: Alumni Teknik Mesin D3 ITN Malang sukses di Dunia internasional

“Cara meminimalkan sampah plastik bisa dimulai dari bagaimana rumah tangga menolak plastik. Kreasi sampah plastik dapat dilakukan. Untuk produk plastik dari jenis yang bisa dipakai lama seperti Tupperware bisa dibawa ke pabriknya kalau rusak. Selain plastik pun juga bisa diolah agar zero waste, misalnya sisa sayur dijadikan kompos,” cerita Norma.

Mengenai kegiatan yang ia ikuti, Norma merasa berkesan. Ilmu yang didapatkan beragam, contohnya demokrasi, budaya, serta masih banyak lagi. “Saya excited bisa terpilih mengikuti program ini. Semoga tahun-tahun ke depan ITN Malang bisa terus ikut kegiatan,” harapnya. (ata)

(Visited 142 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *