Baiq Isnina Latifa lulusan terbaik Bisnis Digital S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), ITN Malang pada Wisuda ke-75 Periode I Tahun 2026. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Berawal dari ketertarikannya menelusuri jurusan Bisnis Digital di Google, Baiq Isnina Latifa justru berhasil menuntaskan studinya dengan hasil yang luar biasa. Gadis asal Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini resmi menyandang gelar lulusan terbaik Prodi Bisnis Digital S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3,93.
Baca juga: Grand Final Pemilihan Duta Kampus ITN Malang 2024, Ajang Bergengsi Bagi Mahasiswa Berprestasi
Tidak tanggung-tanggung, Nina sapaan akrabnya menyelesaikan kuliah hanya dalam waktu 3,5 tahun. Prestasi tersebut sekaligus mengantarkan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) ini menjadi lulusan terbaik fakultas sekaligus institut pada Wisuda ke-75 Periode I Tahun 2026, yang akan digelar pada Sabtu 25 April 2025 mendatang.
“Jujur, awalnya saya belum tahu tentang ITN Malang, tapi memang dari dulu pengen banget kuliah di Malang. Pas cari-cari Jurusan Bisnis Digital di Google muncul nama ITN, akhirnya langsung daftar,” kenang Nina. Pilihan ini diambilnya karena ia melihat peluang kerja di sektor digital yang makin luas. Baginya, Bisnis Digital bukan sekadar soal manajemen biasa, tapi gabungan seru antara strategi bisnis dan teknologi.
Perjalanan Nina di perantauan tidak hanya diisi dengan urusan akademik. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Lalu Izdiat Umzi, dan Baiq Sri Indrayani ini sangat aktif di kampus. Ia tercatat sebagai bendahara Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HMBD) selama dua periode, asisten Laboratorium Statistik Bisnis, hingga sukses menyabet gelar Runner-up 1 Duta Kampus ITN Malang 2024.
Baiq Isnina Latifa saat menyandang Runner-up 1 Duta Kampus ITN Malang 2024. (Foto: Istimewa)
Meski studinya terlihat lancar, Nina mengaku sempat merasa down di semester lima. Saat itu jadwalnya sangat padat, mulai dari magang hingga Praktik Kerja Nyata (PKN) yang menjadi syarat skripsi. “Waktu itu libur cuma sebulan, rasanya capek banget. Tapi prinsip saya simpel, kalau ada tugas langsung dikerjakan, soal hasil belakangan. Yang penting jalan dulu,” seloroh alumnus SMA Negeri 1 Selong ini.
Topik skripsinya pun terbilang sangat relevan dengan kebiasaan anak muda jaman sekarang. Terinspirasi dari pengalamannya sendiri sebagai anak rantau yang hobi mencari referensi kafe lewat TikTok. Nina meneliti pengaruh User-Generated Content (UGC), dan Electronic Word of Mouth (e-WOM) terhadap niat berkunjung ke kafe.
Dalam penelitiannya, Nina membedah bagaimana konten video pendek di TikTok mengubah cara mahasiswa Malang (Generasi Z) memilih tempat untuk nongkrong. Melalui metode kuantitatif terhadap 150 responden, ia menemukan bahwa ulasan jujur dari sesama pengguna (UGC), dan percakapan digital di kolom komentar (e-WOM) mempunyai pengaruh sangat kuat. Konten yang autentik terbukti lebih efektif membangun rasa percaya dan rasa penasaran mahasiswa untuk langsung datang ke lokasi.
Baca juga: Yudisium FTI ITN Malang: 85 Sarjana Baru Resmi Dikukuhkan, Baiq Isnina Latifa Raih IPK Tertinggi
Hasil riset Nina menunjukkan, bahwa kombinasi video yang menarik dan interaksi sosial di media sosial mampu menciptakan tren kunjungan yang signifikan. Oleh karena itu, ia menyarankan para pemilik kafe untuk lebih aktif mendorong pelanggan membuat konten jujur dan mengelola ulasan digital dengan positif. Riset ini sekaligus membuktikan bahwa TikTok bukan sekadar hiburan, tapi sudah menjadi mesin pencari informasi utama bagi anak muda dalam menentukan gaya hidup mereka.
“Ternyata benar, mereka melihat video, membaca komentar, baru memutuskan untuk datang. Minimal like dan save. Cowok biasanya cari kafe yang ala-ala ‘skena’, kalau cewek lebih suka yang girly,” tambahnya. Di bawah bimbingan Dra. Sri Indriani, MM., dan Firda Meisaroh, SE., MM., Nina berhasil membuktikan temuannya di lapangan.
Kini, setelah resmi lulus, Nina membuktikan bahwa stereotip “masuk ITN gampang, keluarnya susah” itu tidak berlaku baginya. Ia merasa bangga bisa membuktikan diri di tanah rantau dengan manajemen waktu yang disiplin namun tetap santai.
“Bangga sekali, apalagi saya merantau jauh. Kalau kita rajin dan jaga sikap, semua berjalan lancar,” ungkapnya. Setelah ini, Nina berencana pulang ke Lombok untuk mengabdikan ilmu yang didapatnya di daerah asal. Ia pun berpesan kepada adik tingkatnya agar tidak ragu kuliah di Bisnis Digital karena pembelajarannya asyik dan tidak seseram jurusan teknik pada umumnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

