Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menyapa langsung para peserta sosialisasi “Program Beasiswa 1000 Sarjana Kota Batu”. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Aula Kampus 1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) tampak lebih ramai dari biasanya pada Kamis (09/04/2026). Ratusan calon mahasiswa asal Kota Batu, Jawa Timur hadir untuk mengikuti sosialisasi “Program Beasiswa 1000 Sarjana Kota Batu”. Tercatat sudah ada 294 pendaftar, di mana 94 diantaranya telah terverifikasi. Angka ini menjadi bukti nyata besarnya minat generasi muda Kota Batu untuk menempuh studi di kampus teknik dan bisnis digital ini.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas SDM Kota Batu, ITN Malang Jadi Mitra Program Beasiswa 1000 Sarjana
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menyapa langsung para peserta, dan orang tua yang hadir. Ia menegaskan bahwa ITN Malang berkomitmen penuh menjadi satu-satunya kampus yang memberikan pendampingan intensif bagi pendaftar agar bisa lolos beasiswa ini.
“Saya senang sekali melihat semangat adik-adik dan para orang tua yang hadir hari ini. Prosesnya memang cukup panjang, bahkan kami sudah membuka pendaftaran sejak Desember 2025 lalu atas izin Pemkot Batu. Tujuannya jelas, agar kami bisa mengawal mimpi adik-adik menjadi insinyur dan ahli bisnis digital masa depan,” ujar Rektor dengan nada optimis.
Menurutnya, memilih kuliah di ITN Malang adalah langkah yang tepat mengingat Indonesia masih sangat kekurangan tenaga engineer. Di kampus ITN, mahasiswa tidak hanya dididik menjadi lulusan yang tahan banting, tapi juga dibekali sertifikasi kompetensi agar siap bersaing di level internasional.
Kepala LP2MB ITN Malang, Adhy Ariyanto, ST., MT., menjelaskan secara teknis cara pendaftaran “Program Beasiswa 1000 Sarjana Kota Batu”. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
“Jangan hanya ikut-ikutan teman pilih jurusan, tapi lihat peluang ke depan. Kami berharap adik-adik di sini nantinya bisa mendapatkan beasiswa 100 persen UKT, dan lulus membawa nilai tambah bagi Kota Batu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penerimaan dan Promosi Mahasiswa Baru (LP2MB) ITN Malang, Adhy Ariyanto, ST., MT., menjelaskan secara teknis mengenai prosedur pendaftaran beasiswa yang baru saja diperbarui melalui peraturan dan juknis dari Pemerintah Kota Batu. Ia mengingatkan bahwa syarat utama adalah status kependudukan Kota Batu (asli atau domisili minimal 1 tahun per Januari 2026), dengan pilihan prodi terakreditasi minimal B.
“Kami akan support penuh dari awal sampai akhir. Tim ITN sudah menyiapkan template dokumen sesuai standar pemerintah dan membantu validasi data agar tidak ada berkas yang terlewat. Silakan tanya apa saja jika bingung,” kata Adhy.
Ada beberapa klaster beasiswa yang bisa diambil, mulai dari jalur Keluarga Tidak Mampu (terdaftar DTSEN), Prestasi Akademik (IPK minimal 3.25 khusus mahasiswa on going), Prestasi Non-Akademik (Juara 1-6 minimal tingkat provinsi), hingga jalur Hafidz (minimal 10 juz). Adhy berpesan agar pengisian data dilakukan secara jujur, dan apa adanya.
Menariknya, ITN Malang juga menyiapkan alternatif bagi mereka yang nantinya mungkin belum beruntung lolos di program beasiswa Pemkot Batu. Adhy menegaskan bahwa kesempatan kuliah tetap terbuka lebar melalui berbagai skema pendanaan lainnya.
“Jika nanti belum rezeki di Beasiswa Kota Batu, jangan berkecil hati. ITN Malang punya 7 jalur beasiswa internal lainnya, seperti KIP Kuliah, beasiswa jalur Gagal SNBP, Trial Class, hingga beasiswa untuk saudara dan alumni. Jadi, jangan ragu untuk tetap berjuang kuliah di sini,” pungkas Adhy. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

