Komika sekaligus kreator konten Gilang Herlambang memberi motivasi mahasiswa baru ITN Malang untuk produktif di era digital. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang biasanya formal menjadi penuh kejutan dengan kehadiran komika sekaligus content creator Gilang Herlambang, Selasa (02/09/2025). Ia tampil unik dengan mengenakan beskap, pakaian adat Jawa yang terdiri dari beskap, kain jarik, dan blangkon. Pakaiannya ini senada dengan dress code peserta Gigantik 2025 hari itu.
Kehadiran pria yang dikenal sebagai “Polisi Kampus,” ini untuk memberi semangat kepada mahasiswa baru dalam era digital. Ia membawakan materi bertajuk “Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri.”
Baca juga: Rahasia “Healing Aman, Cuan Tetap Jalan”: Strategi Affiliate Marketing untuk Gen Z
Gilang menekankan, di era serba cepat ini mahasiswa harus cerdas memanfaatkan teknologi, terutama ponsel. Ia memperingatkan agar mahasiswa tidak terlalu bergantung pada HP, sebab kebiasaan ini dapat memicu kondisi “mata malas” atau gangguan penglihatan, serta malas berpikir.
“Kalau teman-teman dikit-dikit tanya ke HP, jadi malas berpikir,” ujar Gilang di Aula Kampus 1 ITN Malang.
Ia mengakui bahwa artificial intelligence (AI) seperti Google dan aplikasi lainnya memang bisa menjadi alat bantu, tetapi jangan sampai menjadi satu-satunya rujukan.
Gilang juga membeberkan perbedaan antara kehidupan kuliah dan sekolah. Menurutnya, saat kuliah mahasiswa memiliki lebih banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bermanfaat. Namun, ia mengingatkan agar tidak mengambil pekerjaan full-time yang bisa mengorbankan pendidikan.
“Kalau mau bekerja juga tidak apa-apa, tapi jangan ambil kerjaan yang full time. Tetap utamakan pendidikan, selesaikan tugas utamanya dulu baru cari pekerjaan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa mengasah soft skill adalah hal penting yang harus dilakukan agar waktu luang tidak terbuang sia-sia.
Sebagai seorang kreator, Gilang membagikan tips praktis memulai konten. Ia menyarankan bagi pemula untuk memulai membuat konten dari hal terdekat yang dikuasai. “Cari inspirasi dari yang terdekat dulu, apa yang kalian mengerti. Konten yang dekat, yang belum ada,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya mempelajari berbagai disiplin ilmu untuk memperkaya konten yang dibuat. Seperti fesyen, masakan, hingga daily life, untuk menghasilkan konten yang unik dan berbeda.
Baca juga: “Financially Chill, Mentally Heal”: Rahasia Ketenangan Finansial Gen Z
“Perlu belajar juga target pasarnya siapa. Dalam proses membuat konten, cari tiga hal yang bisa menggambarkan kamu. Contohnya saya polisi, komedi, dan kampus,” kata Gilang. Ia mendorong mahasiswa untuk menemukan keunikan diri yang membedakan mereka dari kreator lain.
Di penghujung sesinya Gilang berpesan akan pentingnya konsistensi dalam membuat konten. Ia menjelaskan, tidak ada algoritma pasti dalam mengunggah konten, tetapi konsistensi adalah kunci. “Kalau konten kreator yang konsisten seminggu upload berapa kali. Kalau tujuannya affiliate satu hari bisa upload puluhan kali. Tapi kalau yang berkualitas kalian bisa membuat minimal sehari sekali supaya personal branding-nya gampang terbaca,” paparnya.
Salah satu mahasiswa baru Fabian Bintang Prabowo dari Teknik Informatika mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan oleh Gilang. Ia menjelaskan bahwa kini ia jadi lebih memahami kehidupan mahasiswa di Malang.
“Jadi tahu kehidupan mahasiswa di Malang, salah satunya gen Z. Saya tadi juga sempat bertanya ke Kak Gilang. Kepo, mahasiswa tipe bagaimana yang bisa kena razia oleh ‘Polisi Kampus’,” ujarnya.
Fabian yang membuat konten di TikTok dan Instagram juga merasa termotivasi untuk mencoba trik-trik yang dibagikan Gilang. Terutama mengenai konsistensi dalam mengunggah konten yang berkualitas. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

