Ir. Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi, ST., MT., IPP., memberikan materi P2MW di hadapan ratusan mahasiswa baru ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun ini membawa angin segar dengan adanya perubahan signifikan dalam rangkaian acaranya. Ketua Panitia Gigantik 2025, Drs. Sumanto, M.Si., menyampaikan, PKKMB kali ini dirancang untuk menyiapkan mahasiswa baru (maba) agar dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan prestasi, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Baca juga: Sarung Buatan Mahasiswa Bisnis Digital ITN Malang Bikin Penampilan Makin Ganteng
“Kami berharap dengan pengenalan materi ini, prestasi mahasiswa di bidang tersebut dapat meningkat secara signifikan di tahun 2026 mendatang,” ujar Sumanto, saat ditemui di sela-sela acara di Aula Kampus 1 ITN Malang, Selasa (02/09/2025).
Pemberian materi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa baru dengan informasi yang relevan agar mereka tidak hanya mengenal, tetapi juga termotivasi untuk terlibat dalam kompetisi bergengsi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), yang merupakan bagian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Ketiga program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa Indonesia di berbagai bidang, mulai dari riset, kewirausahaan, hingga penguatan organisasi.
“Mahasiswa yang lolos dalam program-program ini akan mendapatkan banyak keuntungan, salah satunya adalah pendanaan untuk mengembangkan proyek atau ide mereka,” katanya.
PKM sendiri memiliki sepuluh bidang yang mencakup berbagai disiplin ilmu, yaitu: PKM Riset Eksakta (RE), PKM Riset Sosial Humaniora (RSH), PKM Kewirausahaan (K), PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PM), PKM Penerapan Ilmu (PI), PKM Karsa Cipta (KC), PKM Karya Inovatif (KI), PKM Video Gagasan Konstruktif (VGK), PKM Gagasan Futuristik Tertulis (GFT), PKM Artikel Ilmiah (AI).
“Untuk P2MW berfokus pada pembinaan dan pengembangan kewirausahaan, sementara PPK Ormawa bertujuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat,” bebernya.
Baca juga: PPK Ormawa ITN Malang Siap Bersaing di Abdidaya 2023
Menurut Sumanto, bagi mahasiswa yang berhasil mendapatkan pendanaan ada beragam penghargaan yang menanti. Tim yang lolos PKM berkesempatan untuk melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Sementara itu, P2MW memiliki ajang puncak di KMI Expo (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Expo), dan PPK Ormawa di Abdidaya.
Keuntungan lain yang tak kalah menarik adalah pengakuan akademik. Kelompok yang lolos pendanaan dapat mengkonversi SKS ke mata kuliah yang sedang mereka program, sesuai dengan arahan dari ketua program studi. Selain itu, institusi juga memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi.
“Bagi mahasiswa yang lolos pendanaan, mereka akan mendapatkan piagam dan dana pembinaan dari ITN sebagai bentuk reward,” tambahnya.
Untuk memastikan penyampaian materi yang berkualitas, panitia mengundang para dosen yang berpengalaman di bidangnya. Seperti, Dwi Ana Anggorowati, ST., MT., dosen Teknik Kimia yang juga merupakan pembina dari tim yang pernah lolos PPK Ormawa, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK). Alifah Noraini, ST., MT., dosen Teknik Geodesi yang sering mendampingi tim PKM hingga lolos pendanaan. Serta Ir. Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi, ST., MT., IPP., sebagai pemateri P2MW yang juga kerap mendampingi tim lolos pendanaan.
Fransiskus Nico Try Dharma, mahasiswa Teknik Informatika menyambut baik adanya materi tersebut. Ia mengungkapkan ketertarikannya pada bidang kewirausahaan P2MW.
“Saya tertarik yang wirausaha P2MW. Saya sebelumnya juga punya bengkel keluarga dan saya yang mengelola. Setidaknya ada usaha awal,” ungkap Nico, yang melihat program ini sebagai kesempatan untuk mengasah pengalamannya.
Perlu diketahui, usaha bengkel bisa diikutkan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) karena bengkel termasuk dalam kategori usaha jasa atau teknologi terapan yang sesuai dengan tujuan program untuk membina mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan kewirausahaan melalui pendanaan, pelatihan, dan pendampingan. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

