Nippon Paint sosialisasikan AYDA Awards 2026 di Prodi Arsitektur S-1 ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Pernah menyabet posisi tiga besar nasional melawan kampus-kampus ternama seperti UGM tentu bukan prestasi kaleng-kaleng. Kenangan manis itulah yang ingin diulang kembali oleh Prodi Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) lewat sosialisasi AYDA Awards (Asia Young Designer Awards) 2026 bersama Nippon Paint, yang digelar di Studio 4A, Gedung FTSP, Selasa (07/04/2026).
“Kita ini kampus swasta dari Jawa Timur, tapi waktu itu bisa tembus 5 besar bahkan juara 3 nasional bersaing dengan UGM. Jadi, jangan kecil hati. Buktikan kalau kalian bisa!” seru Sekprodi Arsitektur S-1, ITN Malang, Hamka, ST., MT., di depan para mahasiswa yang hadir.
Hamka menekankan bahwa kompetisi ini tidak harus dimulai dari nol. Mahasiswa yang sedang menggarap tugas akhir atau studio Perancangan Arsitektur (PA) 5 bisa mengikutsertakan karyanya, asalkan substansinya disesuaikan dengan TOR (Term of Reference) yang diminta.
Tahun ini, AYDA Awards mengangkat tema: “Converge: Embracing Hyperlocal”. Menurut Assistant Marketing Manager Nippon Paint, Alun Citra Sari Hutoyo, tema ini menantang desainer muda untuk kembali ke akar, dengan menonjolkan kekhasan daerah, memakai material lokal, hingga mengangkat teknik bangunan tradisional tanpa meninggalkan sentuhan desain modern yang inovatif.
“AYDA bukan sekadar kompetisi desain. Ini adalah jembatan buat kalian untuk membangun networking dengan para profesional dan mahasiswa arsitektur dari berbagai daerah, bahkan berbagai negara (bila memang tingkat nasional),” jelas Alun.
Alur kompetisinya pun dibuat sangat suportif. Setelah karya terkumpul, para pemilik Top Ten akan diminta membuat video konsep. Dari sana disaring lagi menjadi 5 finalis yang akan diterbangkan ke Jakarta. Menariknya, di Jakarta mereka tidak langsung bertanding, tapi justru dipertemukan dengan para juri ahli untuk mendapatkan masukan langsung.
“Setelah dari Jakarta, finalis punya waktu memperbaiki karyanya sebelum masuk ke babak final. Disana juga ada sesi pelatihan langsung dari para expert,” tambah Alun.
Selain memperebutkan posisi Top 3, keuntungan ikut ajang ini juga sangat terasa untuk personal branding. Karya peserta bakal dipublikasikan di media sosial secara luas, dan jika tembus ke level internasional peserta punya kesempatan langka untuk bertemu serta berdiskusi dengan sesama arsitek muda dan profesional dari berbagai belahan dunia. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

