Nur Adilla, SE., MM., dosen Bisnis Digital S-1, ITN Malang. (Desain: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Generasi Z sering disebut sebagai generasi yang akrab dengan digital, namun bagaimana dengan literasi keuangan mereka? Untuk menjawab tantangan ini, Nur’ Adilla, SE., MM., dosen Bisnis Digital S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) membagikan wawasannya dalam “Trial Class Bisnis Digital Spesial untuk Gen Z” Back 2.
Nur Adilla yang pernah terlibat sebagai Tim Audit Eksternal PLN, BPR, dan PDAM Kota Malang, serta konsultan keuangan ini membawakan materi yang sangat relevan untuk Gen Z: “Financially Chill, Mentally Heal”. Trial class dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (26/06/2025) lalu.
Baca juga: ITN Malang dan MGBK Kota Malang-Batu Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Guru BK dan Arah Studi Siswa
Menurut Adilla akrab disapa, penting bagi Gen Z untuk mulai memikirkan ketenangan finansial sejak dini. Mengapa? Karena hidup di era digital yang serba cepat membawa tantangan ekonomi seperti inflasi dan ketidakpastian pekerjaan. Namun, di sisi lain, ada juga peluang besar berkat akses informasi, investasi online, serta potensi menjadi konten kreator dan pebisnis online.
“Semakin awal kita memulai, semakin baik hasil jangka panjang yang akan kita dapatkan berkat efek compounding,” jelas Adilla. Ia mendefinisikan kebebasan finansial sebagai kondisi di mana seseorang memiliki aset dan pendapatan pasif yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus bekerja aktif. Ini berarti memiliki kemampuan finansial yang kuat, tidak hidup dari gaji ke gaji, serta punya waktu dan kebebasan untuk memilih.
Adilla juga memaparkan fakta finansial Gen Z saat ini, termasuk persentase yang sudah memiliki tabungan/investasi, tingginya utang konsumtif (pinjaman, kartu kredit), serta kecenderungan gaya hidup FOMO (Fear of Missing Out) yang dapat memicu pengeluaran tidak perlu.
Untuk mencapai kebebasan finansial, Adilla menggarisbawahi beberapa pilar penting yang harus dilakukan, seperti: pengelolaan keuangan yang sehat, meningkatkan pendapatan pasif, menabung dan berinvestasi, menghindari utang konsumtif, serta memiliki pendapatan aktif yang stabil.
Baca juga: Bisnis Digital ITN Malang Gelar Trial Class, Bekali Gen Z Strategi Wirausaha dan Trading
Dalam materinya, Adilla memberikan tips praktis mengelola uang ala Gen Z, di antaranya:
- Menerapkan prinsip 50:30:20 (50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, 20% untuk tabungan/investasi).
- Monetisasi hobi, mengubah hobi menjadi sumber penghasilan.
- Tips hemat namun tetap menikmati hidup, seperti memanfaatkan diskon atau melakukan split bill.
“Investasi tidak hanya untuk orang kaya. Investasi itu soal waktu, bukan hanya soal jumlah,” tegas Adilla.
Ia mendorong Gen Z untuk mulai berinvestasi dari sekarang, memahami risiko dan keuntungan sebelum memulai, serta melihatnya sebagai jalan menuju mental bertumbuh dan kebebasan di masa depan. Membangun pendapatan pasif, seperti membeli saham perusahaan besar yang rajin membagi dividen, dapat menjadi “gaji tambahan” tanpa kerja ekstra.
Adilla juga mengingatkan Gen Z untuk menghindari perangkap finansial seperti gaya hidup konsumtif dan impulsif, investasi bodong, judi online, serta godaan diskon, cicilan 0%, dan pinjaman online. Perbandingan kehidupan sosial di media sosial juga seringkali menjadi pemicu pengeluaran yang tidak perlu.
Sebagai penutup, Adilla memaparkan roadmap menuju kebebasan finansial: memahami arus kas pribadi, membuat tujuan keuangan, membangun dana darurat, melakukan review rutin dan evaluasi target, serta mulai berinvestasi dan membangun aset.
“Kebebasan finansial bukan tujuan, tapi gaya hidup. Ini bukan soal menjadi kaya, melainkan tentang memiliki pilihan,” pungkas Adilla. Maka harus fokus pada growth mindset—terus belajar dan beradaptasi—serta memahami bahwa uang adalah alat, bukan tujuan akhir. Baginya, keamanan finansial sama dengan kebebasan mental. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

