itnmalangnews.id – Proses penjaminan mutu terhadap perguruan tinggi terus dilakukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur. Kali ini LLDIKTI berkesempatan mengunjungi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk melakukan evaluasi Pembinaan, Pengendalian, dan Pengawasan (Bindalwas) di Ruang Sidang Pascasarjana ITN Malang, Kamis (4/10).
Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT, mengharapkan kunjungan evaluasi Bindalwas LLDIKTI dapat membantu meningkatkan performa masing-masing lembaga di bawah naungan ITN Malang.
“Selama beberapa tahun terakhir hasil evaluasinya baik. Semoga hari ini hasilnya juga memuaskan. Semoga acara ini berjalan dengan lancar,” sambut Lalu dalam sesi pembukaan acara tersebut.
Adapun delegasi tim Bindalwas LLDIKTI antara lain, Airin Nurfattma, S.Sos. (Penata Muda Tk.I), Komari (Pengatur II/c), Unna Wati, SE., (anggota) dan Drs. Budi Hasan, MSi, sebagai ketua tim. Mereka mengecek arsip dan kelengkapan data masing-masing lembaga di ITN Malang.
“Kami datangkan tim khusus ntuk memastikan proses penjaminan mutu di lembaga ITN. Bukan berarti di ITN ada temuan, akan tetapi ini tugas wajib dari kami (LLDIKTI. Red) untuk melaksanakan progam Bindalwas. Kegiatan ini kami lakukan demi kemajuan lembaga ITN Malang,” papar Drs. Budi Hasan, MSi, Pembina IV/a LLDIKTI Wilayah VII Jatim.
Baca juga: Wakil Rektor I: Mampu Bersaing, Tak Ada Bedanya PTN dan PTS di Mata Masyarakat
Salah satu dosen yang dievaluasi adalah Wakil Rektor I ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT. Ia menjelaskan beberap hal yang dievaluasi antara lain kinerja tenaga pendidik, kemahasiswaan, sarana prasarana, dan tata kelola perguruan tinggi.
Tim Bindalwas LLDIKTI sendiri rutin melakukan kunjungan ke kampus-kampus setiap tahunnya. Hal itu bertujuan untuk mengontrol kualitas rasional perguruan tinggi. Hasil Bindalwas akan diseleksi melalui sistem monev (monitoring and evaluation). Jika ditemukan lebih dari 50 persen temuan, maka secara otomatis sistem akan mengarah pada kategori merah. Jika temuan 30 persen akan mengarah pada kategori kuning, sementara jika ditemukan 10 persen, maka akan mengarah pada kategori hijau. (mus)

