Teknik Elektro ITN Malang Adakan Sharing Kurikulum Bersama PSG Collage of Technology Combatore India

itnmalangnews.id – Acara dengan tajuk “Diskusi Kurikulum” bersama Prof.Dr. L. Ashok Kumar, Professor and Associate HoD Department of Electrical & Electronics Engineering (EEE) PSG Collage of Technology Coimbatore India adalah bagian dari tindak lanjut kerjasama Kolabari Riset Asia-India yang sebelumnya diselenggarakan di India bulan Agustus lalu. Acara tersebut bertujuan untuk sharing informasi terkait sistem dan pengembangan kurikulum di antara kedua kampus.

Teknik-Elektro-ITN-Malang-Adakan-Sharing-Kurikulum-Bersama-PSG-Collage-of-Technology-Combatore-India

Dr.Eng.Ir. I Made Wartana, MT., Wakil Rektor III Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menyampaikan, kunjungan Dr.L. Ashok Kumar ke ITN Malang merupakan kesempatan bagi ITN Malang, khususnya bagi Program Studi Teknik Elektro untuk menelaah kurikulum yang diterapkan di Department of EEE PSG Collage.

“Kami butuh referensi untuk mempersiapkan pengembangan kurikulum berbasis internasional baik dalam hal pengembangan riset, proses belajar-mengajar, dan efektivitas kinerja laboratorium,” ujar Kepala Prodi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irrine Budi Sulistiawati, ST.,MT., saat diwawancarai itnmalangnews.id.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Ashok (akrab disapa) memaparkan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh mahasiswa PSG Collage of Technology Coimbatore. Terdapat perbedaan mendasar, SKS yang diterapkan di Department of EEE PSG Collage adalah 182 SKS, sementara di Teknik Elektro ITN Malang sebanyak 144 SKS.

“Mahasiswa PSG Collage bekerjasama dengan beberapa perusahaan industri saat mereka mengerjakan skripsi. Mereka mulai mempersiapkan skripsinya sejak memasuki perkuliahan semester dua,” papar Dr. Ashok.

Baca juga: Dosen India Beri Kuliah Tamu Teknologi Smart Grid And Smart City Aplications On Power System di ITN Malang

Mendengar penjelasan tersebut, Irrine antusias dan akan memepertimbangkan hal tersebut. Akan tetapi, untuk jumlah SKS pihaknya tidak dapat berbuat banyak, karena hal itu merupakan regulasi yang diatur dalam undang-undang kurikulum pendidikan tinggi.

“Perbedaan jumlah mata kuliah umum PSG Collage lebih banyak dari jumlah mata kuliah pilihan. Hal ini berkebalikan dengan Teknik Elektro ITN. Sebenarnya, kalau mata kuliah umum lebih banyak, maka mahasiswa akan lebih fleksibel memilih mata kuliah dan pekerjaan (setelah lulus-red). Tapi tetap fokus pada mata kuliah pilihan itu penting untuk memperdalam bidang keilmuannya,” pungkas Irrine. (mus)

(Visited 277 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *