Belajar Green Building Bareng PT PP Construction

itnmalangnews.id – Kuliah Tamu Pasca Sarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bertema ‘Metode Pelaksanaan Pekerjaan Gedung dan K3 pada Konstruksi Berkonsep Green Building’  dilaksanakan pada Jumat (01/03). Green Building adalah bangunan yang baru atau diperbarui yang memenuhi kinerja bijak guna, dan tersertifikasi oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Kuliah Tamu ini mengundang Dina Yunanda dari PT PP Construction yang merupakan salah satu Green Construction di Indonesia.

Belajar-Green-Building-Bareng-PT-PP-Construction

Ada enam aspek Green Building, antara lain; Appropriate Site Development (ASD), Energy Efficiency and Conservation (EEC), Water Conservation (WC), Material Resource and Cycle (MRC), Indoor Health and Comfort (IHC), dan Building Environment Management (BEM). Contoh penerapan ASD adalah keberadaan tanaman lokal, pedestrian, dan manajemen air hujan.

Sedangkan EEC memperhatikan reduksi karbondioksida, isolasi selubung bahan, dan energy terbarukan. WC diwujudkan dalam bentuk perangkat air yang efisien, daur ulang air, serta sumber daya air mineral. MRC berarti menggunakan reuse, reduce, recycle, and environmentally product seperti bongkaran bangunan lama dan kayu tersertifikasi. Sementara itu, IHC diukur dari tobacco smoke control, ventilasi, dan pemilihan interior yang tidak mengandung polutan kimia. Terakhir, BEM meliputi pemisahan tempat sampah, pengelolaan limbah, serta metering and sensor systems.

Baca juga: Kuliah Tamu K3 : Safety Proses pada Industri Kimia

Baca juga: Profesor Wardana: Mengembangkan Green Technology Harus Menguasai Sains

Sesuai slogan Safety First, K3 tidak boleh diabaikan, misalnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan bekerja menurut Standard Operating Procedure (SOP). “Contohnya kebisingan maksimal 85 desibel dan pencahayaan saat bekerja malam minimal 300 lux,” tukas Dina.

Menurut Dina, konsep Green Building dan pemenuhan K3 menguntungkan dalam jangka panjang. “Di awal memang sedikit lebih mahal dari bangunan biasa, tapi setelah jangka waktu operasional Green Building akan lebih murah karena lebih bijak guna,” jelasnya. (ata)

(Visited 108 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *