Wisuda ke-75, ITN Malang, Periode I Tahun 2026. (Foto: Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Malang Mirama pada Sabtu (25/04/2026). Sebanyak 173 lulusan Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) resmi menyandang gelar baru dalam Wisuda ke-75. Menariknya, wisuda kali ini bukan sekadar prosesi pindah kuncir, melainkan panggung pembuktian kualitas akademik yang luar biasa.
Baca juga: Lulus Bukan Berarti Putus: FTSP ITN Malang Lepas 56 Calon Wisudawan di Yudisium Periode I
Menariknya, mayoritas wisudawan periode ini memiliki kualitas akademik di atas rata-rata. Sebanyak 115 wisudawan (66,5%) sukses menyandang predikat cum laude, termasuk 11 lulusan magister yang meraih IPK sempurna 4,00.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menegaskan bahwa hari ini pihaknya tidak ingin memamerkan kemegahan gedung atau peringkat semata.
“Kami ingin menunjukkan bukti nyata komitmen sivitas akademika dalam mencetak lulusan yang punya daya saing. Lulusan ITN harus jadi trendsetter, bukan sekadar pengikut,” tegasnya di depan para wali murid dan undangan.
Cerita Hebat di Balik Toga: Kuliah Sebelum Wisuda, hingga Anak Buruh Sawit
Di tengah kemeriahan, Rektor secara khusus memanggil dua sosok yang merepresentasikan wajah asli pejuang ITN Malang.
Pertama ada Muhamad Cahyo Samudro. Lulusan Teknik Elektro S-1 ini membuktikan bahwa lulusan ITN Malang sudah “laku” bahkan sebelum wisuda. Saat ini, Cahyo sudah bekerja di PT Indofood CBP Sukses Makmur Pasuruan. Baginya, pendidikan adalah tangga untuk berkarir lebih tinggi.
ITN Malang mewisuda 173 lulusan pada Wisuda ke-75, periode I tahun 2026. (Humas ITN Malang)
“Kalau sudah memilih bidang, misalnya jadi electrician (teknisi listrik), jangan hanya jadi yang biasa. Namun, jadilah electrician yang luar biasa,” pesan Cahyo mengutip dosen pembimbingnya.
Tak kalah mengharukan adalah kisah Yusran Bin Acho lulusan Bisnis Digital S-1. Terlahir sebagai anak sulung dari keluarga sederhana di mana ayahnya tidak bisa membaca dan ibunya hanya lulusan SMP, Yusran membuang stigma bahwa anak buruh sawit tidak bisa sukses.
Lewat beasiswa KIP K, dan keteguhan hati, ia menyelesaikan kuliah tepat waktu 3,5 tahun. Di ITN, ia tak hanya belajar teori, tapi juga aktif sebagai Duta Kampus dan sempat lolos Program P2MW dengan usaha kreatifnya memproduksi “Carok” (Celana Sarung Cowok).
Baca juga: Yudisium FTI ITN Malang: 85 Sarjana Baru Resmi Dikukuhkan, Baiq Isnina Latifa Raih IPK Tertinggi
Pesan Penting untuk Masa Depan
Hadir pada acara, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM. Prof Dyah menitipkan pesan agar alumni tidak lupa mengecek status kelulusan di PD Dikti serta berkontribusi mengisi tracer study.
“Wisudawan harus siap kerja, mampu menciptakan lapangan kerja, dan berdampak bagi masyarakat. Gunakan intelektual, skill, dan yang paling penting adalah attitude atau perilaku kalian di dunia kerja nanti,” ujar Prof. Dyah.
Sekilas Data Wisuda ke-75:
Wisudawan terbaik institut diraih oleh Baiq Isnina Latifa (Bisnis Digital S-1) dengan IPK 3,93. Pascasarjana sebanyak 32 lulusan dari Prodi Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro.
Fakultas Teknologi Industri (FTI) 85 lulusan dari Prodi Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Bisnis Digital, Teknik Mesin S-1, dan Teknik Mesin D-3.
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) 56 lulusan. Terdiri dari Prodi Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Geodesi, serta Teknik Lingkungan.
Wisuda ini menjadi refleksi bahwa mahasiswa ITN Malang bukanlah “mahasiswa manja”. Mereka adalah petarung yang siap menjawab tantangan teknologi hijau berkelanjutan demi visi ITN Malang menjadi kampus berkelas dunia. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

