Dekan FTSP, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., memberi apresiasi pada lulusan terbaik masing-masing program studi. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Momen yudisium selalu punya rasa yang beda. Bagi 56 mahasiswa dari lima prodi di lingkup Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), yudisium bukan sekadar seremoni tanda lulus.
Namun, gerbang awal untuk terjun ke dunia profesional yang sesungguhnya. Menariknya, bekal yang mereka bawa bukan hanya teori, namun lewat berbagai praktikum dan kerja sama industri selama kuliah, para lulusan ini dipersiapkan untuk langsung terjun di lapangan.
Baca juga: PKKMB FTSP ITN Malang: Masuk Teknik Nggak Seram, Malah Dijamin Nyaman!
Dekan FTSP, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., menyapa para peserta dengan hangat di Aula Kampus 1, pada Jumat (20/02/2026) kemarin. “Selamat! Kalau kalian sudah duduk di sini, artinya 96 persen studi kalian sudah beres,” ujarnya.
Namun, Debby juga mengingatkan masih ada kewajiban administratif yang tidak boleh dilupakan, seperti laporan jurnal. Bagi yang membutuhkan Surat Keterangan Lulus (SKL) untuk melamar kerja, Debby berpesan agar segera mengambilnya ke bagian admin fakultas sebelum ijazah resmi terbit saat wisuda pada April nanti.
Di sela-sela arahannya, Debby memberikan pesan yang sangat personal, dan sesuai dengan kondisi mental anak muda jaman sekarang. Ia meminta para lulusan untuk tetap percaya diri dengan jalurnya masing-masing.
“Jangan pernah membandingkan pencapaian kalian dengan teman yang lain. Tetap semangat dan jangan pantang menyerah. Kami berharap kalian tidak hanya menjadi pencari kerja, tapi justru pembuka lapangan kerja baru,” tambahnya.
FTSP ITN Malang melepas 56 Calon Wisudawan di Yudisium periode I tahun 2026. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Ia juga menegaskan, meski statusnya berubah menjadi alumni, ikatan dengan ITN Malang tidak akan putus. Sebagai bagian dari keluarga besar Ika ITN Malang, para lulusan diminta untuk membawa nama baik almamater, dan menceritakan hal-hal baik selama menimba ilmu di ITN Malang.
Deretan nama lulusan terbaik tiap prodi juga disampaikan saat yudisium. Nama Anita Claudia Novedy menjadi sorotan setelah berhasil meraih IPK tertinggi 3,76 dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Menariknya, Anita mengaku tidak mempunyai ekspektasi muluk sejak awal kuliah. Ia hanya mencoba konsisten mengerjakan tugas semaksimal mungkin.
Rahasia sukses Anita “manajemen waktu”. Di tengah kesibukannya sebagai Sekretaris Umum Himpunan PWK (HMPWK), dan pengurus Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) wilayah Jatim-Bali-NTB, Anita punya prinsip tegas: tugas hari ini harus selesai dalam 1-2 hari.
Baca juga: ITN Malang Menjadi TUK, Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Kerja Tenaga Ahli Bidang Tata Lingkungan
“Jujur, teman-teman lain juga punya IPK tinggi. Bagi saya, lulus ini bukan akhir, tapi jenjang untuk melangkah ke tahap berikutnya. Tetap semangat buat teman-teman yang masih berjuang dengan skripsi!” pesannya.
Selain Anita, ada beberapa nama yang mencatatkan prestasi membanggakan sebagai lulusan terbaik di masing-masing program studi. Di antaranya adalah:
- Anita Claudia Novedy, IPK 3,76 (Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota)
- Deslyano Miyola Pratama, IPK 3,69 (Teknik Lingkungan)
- Ismatul Khasanah, IPK 3,67 (Teknik Sipil)
- Heribertus Nahak Seran, IPK 3,33 (Teknik Geodesi)
- Aden Putra Bakti, IPK 3,23 (Arsitektur)
Acara ditutup dengan suasana penuh haru dan optimisme. FTSP ITN Malang secara resmi melepas para talenta muda ini untuk berkarya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui bekal ilmu teknik dan perencanaan yang sudah mereka kuasai. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

