ITNMALANGNEWS.COM – Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah memiliki dasar hukum yang kuat namun pada kenyataannya masih banyak perusahaan yang belum menjalankan K3 secara menyeluruh. Padahal di setiap unit kerja di sebuah perusahaan memiliki potensi terjadi kecelakaan dengan tingkat keparahan yang beragam. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecelakaan di tempat kerja, diantaranya tidak adanya partisipasi dari manajemen, faktor keterampilan dari pekerja dan faktor lingkungan.
Ir.H.R. Malikus Prihantoro, Pengawas Ketenagakerjaan & K3 Prov. Jawa Timur menjelaskan alasan mengapa tidak adanya K3 dalam lingkungan perusahaan. Salah satunya karena K3 bukan investasi yang menguntungkan serta tidak adanya komitment dari manajemen perusahaan.
“Sebenarnya suatu perusahaan memiliki K3 akan menghemat biaya, khususnya biaya kecelakaan kerja. Seperti halnya fenomena gunung es di laut. Dari luar kelihatan kecil namum di dalam akan membesar dan berdampak pada bidang yang lain,” tuturnya dalam Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2017 di ruang AMPHI Gedung Elektro Kampus II ITN beberapa waktu yang lalu.
Lebih jauh ia menambahkan pentingnya K3 dipahami dan dipelajari untuk melindungi pekerja dan orang lain di tempat kerja. Sehingga turut serta menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien serta berjalan lancar. “Bila sumber produksi lancar akan berpengaruh positif pada keuntungan perusahaan. Dari sinilah akan berdampak pada kesejahteraan tenaga kerja itu sendiri,” imbuhnya.
Perlunya pemahaman K3 untuk pencegahan kecelakaan kerja sangat dibutuhkan oleh mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia kerja. Mengangkat tema “Penerapan K3 Guna Meningkatkan SDM untuk Bersaing dalam Dunia Kerja,” seminar Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITN Malang ini turut menghadirkan nara sumber antara lain : Asnawi Suroso, S.Ikom, M.M., Koordinator Pos SAR Trenggalek dan Dani Bastianto S. S.Pd, S.E., Ahli K3 Umum. (*/her)
