itnmalangnews.id – Streaching atau gerak peregangan menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh sopir angkot kota Malang. Karena gerakan itu dapat meningkatkan performa sang sopir dalam menjalankan tugasnya di jalan mengantarkan para penumpang. Hal ini terbukti setelah Wakil Rektor II ITN Malang, Dr. Ir. Julianus Hutabarat, MSIE, melakukan penelitian tentang pengaruh streaching terhadap kecepatan respon sopir angkot Kota Malang.
Dalam penelitian itu, Julianus melakukan beberapa uji coba pada sopir. Mulanya sopir dites kecepatan respon dengan tanpa diberikan streaching. Kemudian, hari kedua sopir diberikan peregangan sebanyak sekali dan hasilnya mereka dapat merespon lebih cepat dari hari pertama. Kemudian hari ketiga diberikan streching dua kali, pagi dan sore. Hasilnya respon sang sopir lebih cepat lagi dari hari kedua. “Dari sini menunjukkan bahwa streaching berpengaruh terhadap kecepatan respon sopir,” terang pria asal Surabaya tersebut.
Kecepatan respon, menurut dosen Teknik Industri itu, sangat penting bagi sopir angkot. Karena saat mengendarai angkot di jalan mereka harus konsentrasi dan cepat memberikan respon jika ada sesuatu, misalnya saat salipan dengan kendaraan lain atau saat kesenggol dengan kendaraan lain. Sehingga dapat meminimalisir kemungkinan yang tidak diinginkan di jalan. “Respon cepat itu berarti sopir cukup fresh dan cekatan mengendalikan mobilnya,” kata dia.
Julianus menambahi, bahwa mengendarai mobil dalam jangka waktu yang lama itu melelahkan. Dan orang yang lelah responnya cenderung menurut. Untuk itu, streching ini untuk kembali melemaskan otot-otot mereka serta melancarkan aliran darahnya lagi. Sehingga responnya kembali prima. “Gerakan-gerakan yang diberikan memang yang menyentuh pada bagian-bagian otot yang kaku akibat duduk lama,” kata dia. (her)
