Makna Puasa Menurut Rektor ITN Malang

itnmalangnews.id – Berpuasa bukan sekedar menahan lapar dengan tidak makan dan menahan dahaga dengan tidak minum. Melainkan ada makna lebih dari itu, jika manusia memahaminya maka akan merasa beruntung karena telah berkesempatan menjalankan ibadah puasa. Makna ini sebagaimana dikisahkan oleh Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Makna-Puasa-Menurut-Rektor-ITN-Malang

Menurut pria yang akrab disapa Lalu tersebut makna puasa ini dapat ditelusuri dialog antara Allah dengan isi manusia. Pada  dasarnya, lanjut dia, manusia ini kosong dan dalam dirinya berisi akal dan nafsu. Sebelum manusia diciptakan, akal dan nafsu diciptakan terlebih dahulu. “Pada saat Allah menciptakan akal, Allah bertanya: wahai akal siapakah aku dan siapakah kamu?,” terang pria asal Lombok tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (31/5).

Dari pertanyaan itu, akal menjawab dengan tepat bahwa dirinya adalah ciptaan Allah. Lalu kemudian diciptakan nafsu. Lalu Allah memberi pertanyaan yang sama padanya: wahai nafsu siapa kamu dan siapa aku. Namun nafsu sangat sombong dia menjawab: aku adalah aku dan kamu adalah kamu. “Jadi dari awalnya memang nafsu ini angkuh,” tegas dosen arsitektur itu.

Baca juga: Rektor : Ramadhan Momentum Evaluasi Diri dan Tingkatkan Imtak

Baca juga: Menebar Kebaikan Mahasiswa ITN Bagikan Takjil Istimewa

Nah, lanjut Lalu, mendengar jawaban itu Allah langsung menghukum nafsu selama seratus tahun dineraka dengan tidak diberikan makan dan minum. Setelah itu, ditanyakan lagi pada nafsu, namun dia tetap memberikan jawaban yang sama. Maka Allah menghukumnya lagi dengan lebih berat. “Baru setelah itu, nafsu mengakui bahwa Allah adalah penciptanya dan dia adalah hambanya,” kata dia.

Dari kisah ini dapat ditangkap makna, bahwa memang untuk mengendalikan nafsu harus diberikan pelajaran. Dah saat ini nafsu itu sudah ada dalam diri manusia, maka untuk mengendalikannya dilakukanlah puasa. “Jadi begitulah makna puasa ini, agar kita tidak serakah, agar kita selalu menjadi hamba yang taqwa kepada Allah,” paparnya. (her)

(Visited 138 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *