itnmalangnews.id – “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjid Al-Haram ke Al-Masjid Al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al-Isra [17]: 1).
Umat Islam memperingati peristiwa Isra Mi’raj tiap tanggal 27 Rajab. Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya dari masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina yang biasa disebut Isra’. Sedangkan Mi’raj dinaikkannya Nabi melewati ruang dan waktu menuju Sidrotul Muntaha, untuk menerima perintah solat wajib dari Allah SWT. Ada beberapa hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut. “Pertama sholat, orang yang terjaga dengan cahaya shalat maka akan memberikan energi positif pada lingkungannya. Jika Allah menghendaki segala sesuatu akan terjadi; Kedua, dalam hal apapaun jagalah keimanan kita apapun tantangannya; Ketiga, mari menjaga shalat wajib dan menjaga shalat sunah sebagai amalan tambahan buat kita,” tandas Ustad Arwandi saat memberikan ceramah peringatan Isra Mi’raj 1437 H Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) ITN Malang di Kampus I ITN Malang, Selasa (3/5).
Kardila, penanggung jawab pelaksana dari bidang kerohanian menjelaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj ini diadakan tiap tahun dalam lingkup mahasiswa kimia. “Acara ini selain bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa juga untuk membangun ukhuwah islamiyah,” jelas mahasiswa semester empat ini. (sar)

