Mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang studi ekskursi ke PT United Tractors Tbk (UT), Cabang Surabaya. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Sebanyak 83 mahasiswa Teknik Mesin S-1, Institut Teknologi nasional Malang (ITN Malang) dari semester 2, 4, dan 6 melakukan studi ekskursi ke PT United Tractors Tbk (UT), Cabang Surabaya, Kamis (02/04/2026). Didampingi oleh dosen pembimbing Febi Rahmadianto, ST., MT, kunjungan ini bertujuan membuka mata mahasiswa tentang pengaplikasian teori di kelas dalam industri alat berat yang super ketat.
Febrian Surya, koordinator kegiatan mengakui adanya perbedaan mencolok saat terjun ke lapangan. Menurutnya, hal-hal teknis mendasar seperti teknik menggunakan kunci hingga cara melepas komponen besar ternyata punya seni tersendiri yang jarang dibahas secara mendalam di buku teks.
“Yang paling bikin kagum itu standar K3 dan disiplin kerjanya. Semuanya benar-benar profesional dan berjalan sesuai prosedur yang sangat ketat,” ujar mahasiswa semester 6 ini saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp, Selasa (07/04/2026). Ia juga memperhatikan sistem monitoring daring yang menurutnya sangat efisien karena bisa mengecek kondisi unit dari mana saja tanpa mengganggu operasional.
Senada dengan Febrian, Isma Roziqin juga merasa penggunaan digitalisasi adalah kunci bagi seorang engineer masa kini. Ia juga tertarik untuk dipelajari lebih lanjut adalah sistem hidrolik dan teknologi remote monitoring, karena kedua sistem tersebut memiliki peran penting dalam pengoperasian dan pengawasan alat berat secara efisien.
“Dengan aplikasi pemantauan unit, kita bisa monitor kondisi alat secara real-time. Ini jelas mengurangi downtime dan bikin kerja lebih produktif,” ungkapnya yang juga terkesan akan kerapihan area kerja UT yang sangat terorganisir. Menurutnya, dari kunjungan ini mahasiswa dapat memahami secara langsung penerapan teori yang dipelajari di perkuliahan ke dunia industri.
Baca juga: SMK Negeri 1 Pujer Kunjungi ITN Malang, Siswa TBSM Antusias Pelajari Dunia Teknik Mesin
Dari kacamata akademisi, Febi Rahmadianto, ST., MT., dosen pendamping, menilai studi ekskursi ini sangat penting untuk memperkecil gap antara kurikulum kampus dan teknologi industri. Ia mengakui bahwa meski dasar teori seperti sistem hidrolik dan mekanik di kampus masih relevan, mahasiswa seringkali “kaget” melihat betapa kompleksnya teknologi digital di industri nyata.
“Kampus memang fokus pada penguatan konsep dasar, tapi di industri alat-alatnya jauh lebih kompleks. Mahasiswa perlu melihat langsung tekanan kerja, dan sistem real-time seperti ini supaya mental dan hard skill mereka, terutama dalam troubleshooting bisa lebih terasah,” jelas Febi.
Ia juga menekankan pentingnya soft skill seperti leadership, teamwork, dan etos kerja profesional. Menurutnya, kunjungan seperti ini adalah motivasi besar agar mahasiswa tidak hanya jago teori, tapi juga siap bersaing di perusahaan kelas dunia setelah lulus nanti. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

