Direktur Riset dan Pengembangan BE KRAF: Ekonomi Kreatif Sumbang 922,58 Miliar Tahun 2016

itnmalangnews.id – Dibentuknya badan ekonomi kreatif yang memiliki posisi setara dengan kementerian lainnya memberikan sumbangsih penting bagi perekonomian Indonesia. Sejauh ini ekonomi kreatif sudah menjadi trend untuk memulai usaha. Tak sedikit anak muda memilih menjadi entrepreneur. Sumbangan ekonomi kreatif bagi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia juga terus meningkat.

Direktur Riset dan Pengembangan BE KRAF“Tahun 2016 ekonomi kreatif sumbang 922,58 miliar ruapiah, ini lebih besar dari tahun 2015 sekitar 852,56 miliar rupiah,” terang Dr. Ir. Wawan Rusiawan, MM, direktur riset dan pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (BE KRAF) saat menjadi pembicara di acara SENIATI 2018 (Seminar Nasional Inovasi dan Applikasi Teknologi di Industri) di Institut Teknolagi Nasional (ITN) Malang, Sabtu (3/2).

Melihat sumbangsih besar ini, Wawan yakin bahwa ekonomi kreatif akan menjadi jawaban atas angka pembangunan Indonesia yang masih rendah, banyaknya pengangguran, kesenjangan kesejahteraan, dan ketergantungan yang berlebihan pada sumberdaya alam (SDM). “Kontribusi besar ini merupakan bukti bahwa ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa yang akan datang,” papar pria asal Bandung itu.

Dalam kesempatan tersebut, alumni Universitas Indonesia (UI) itu juga menjelaskan subsektor ekonomi kreatif yang menjadi unggulan saat ini, yaitu kuliner, fashion, dan kriya. Adapun subsektor lainnya yang tidak uggulan namun diprioritas untuk selanjutnya yaitu Animasi dan aplikasi. “Itulah beberapa subsektor yang saat ini lagi favorite, dan yang sedang diupayakan oleh pemerintah untuk ditingkatkan ditahun-tahun selanjutnya,” kata dia. (her)

(Visited 511 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *