itnmalangnews.id – Orang yang hanya berpikir masa lalu dan sekarang akan kehilangan masa depan. Demikianlah Umar Khadafi, direktur Infosis Jawa Timur, salah satu penyalur sertifikat internasional mengutip pernyataan J.F. Kennedy salah satu presiden Amerika Serikat dalam acara pelatihan trainer International Certificate Center, Sabtu (7/4).
Dengan kutipan itu, Kahadafi ingin memberi penekanan awal kepada para peserta pelatihan bahwa berubah adalah suatu keniscayaan agar terus survive dalam hidup. Alumni UM Malang itu memberikan banyak contoh perusahaan-perusahaan besar yang tumbang hanya gara-gara menolak berubah. Di antaranya: perusahaan HP Nokia bangkrut gara-gara menolak android, Blackberry juga hancur gara-gara menolak teknologi touchscreen, fuji film juga roboh gara-gara menolak teknologi digital. “Coba lihat Samsung yang membuka diri pada perubahan, terus bertahan dan berkembang,” kata dia.
Menurut Khadafi kehadiran sertifikasi internasional dalam bidang microsoft, adobe, dan autodesk merupakan sesuatu yang baru. Tetapi kita bisa menolaknya secara mentah-mentah karena faktanya masyarakat internasional sudah menyerbu Indonesia. Dan mereka sudah memiliki sertifikat internasional. “Kalau kita menolak proses sertifikasi internasional, kita akan kesulita mendapat pekerjaan. Jadi untuk bertahan harus terus berubah,” tuturnya.
Baca: Butuh Tenaga Ahli Bersertifikasi, Pemerintah Harapkan Banyak Lahir dari ITN Malang
Baca: Pelatihan Komputer Tingkatkan Kualitas Layanan Karyawan ITN Malang
Selain itu, para pencari kerja juga harus memiliki beberapa kriteria yang dibutuhkan oleh Human Resource Development (HRD) perusahaan. Di antaranya: kemampuan berkomunikasi, kejujuran dan integritas, kemampuan kerjasama, kemampuan interpersonal, etos kerja yang baik, motivasi, mampu beradaptasi, kemampuan analitikal, kemampuan komputer, dll. “Jadi tidak mengandalkan IPK saja, itu tidak cukup,” lanjutnya. (her)
