itnmalangnews.id – Perkembangan teknologi dan arus informasi yang mengalir deras di abad modern ini menjadi perhatian Prof. Dr. I Nyoman Sukarja, perwakilan PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia). Sorotan itu disampaikan oleh Nyoman dalam Dharma Wacana, acara Dharma Shanti di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Rabu (9/5).
Menurut Nyoman saat ini eranya adalah revolusi 4.0 di mana segala diukur dengan teknologi informasi atau internet of things dan big data. Makanya, revolusi ini memiliki potensi baik dan buruknya. Misalnya akibat perkembangan ojek online, ekonomi masyarakat kian membaik, industri kreatif mudah dilakukan, dan komunikasi juga mudah dijalin dengan siapapun.
Namun di sisi lain, juga ada dampak negatif yang tidak kalah dahsyatnya. Misalnya saat ini sudah timbul segala sesuatu di online-kan. Mislanya, e-commerce, go food, bahkan nantinya akan ada e-kuliah. Sehingga mahasiswa tidak perlu lagi pergi ke kampus. “Kalau semua ini kita perturutkan, maka manusia akan diperbudak oleh ciptaanya sendiri,” kata dia.
Maka dari itu perlu pengendalian untuk menciptakan keimanan dan ketakwaan. Dan melalui proses nyepi yang bersamaan dengan hari suci saraswati, manusia memiliki kesempatan untuk menarik diri dari hiruk pikuk teknologi yang tak beujung itu. Untuk kemudian melakukan kontemplasi secara total demi mencapai kedamaian dan kerukunan. “Dalam era seperti ini, kita meski berpegang teguh kepada nilai-nilai spiritualitas kita,” tuturnya. (her)

