Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITN Malang mengadakan sosialisasi Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2024/2025 untuk para auditee
itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan dan layanan dengan menyelenggarakan sosialisasi Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2024/2025. Acara bagi para auditee yang diadakan di Ruang Amphi Mesin, Kampus 2 ITN Malang pada Jumat (15/08/2025) ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi dan mempersiapkan seluruh unit kerja dalam menghadapi audit.
Baca juga: Sosialisasi AMI ITN Malang, Rektor Harapkan Perbaikan yang Riil dan Tepat Sasaran
AMI sendiri memegang peran krusial sebagai alat ukur untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa setiap aspek dalam institusi berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kegiatan diikuti oleh 29 auditee dari 3 UPPS dan 17 Program Studi, 3 Lembaga dan 6 UPT, serta 30 auditor. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya untuk para auditor.
Mendorong Peningkatan Berkelanjutan
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kemajuan pelaksanaan AMI yang telah berjalan secara periodik setiap tahunnya. Ia menekankan bahwa AMI bukan sekadar formalitas, melainkan alat untuk memotret kondisi riil di lapangan.
“Pelaksanaan AMI tahun ini diharapkan jauh lebih baik dari sebelumnya dalam hal memotret kondisi sebenarnya. Hasil AMI harus menjadi kritik tajam bagi pimpinan dan manajemen untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada,” ujar rektor.
Rektor juga menegaskan pentingnya AMI sebagai bagian dari strategi untuk bersaing di era yang semakin kompetitif, khususnya bagi perguruan tinggi swasta. “Proses ini tidak bisa berhenti, harus berkelanjutan,” tambahnya.
Baca juga: Penguatan SPMI: ITN Malang dan UHW Perbanas Selenggarakan Pelatihan Calon Auditor AMI
Standar Baru dan Kemudahan Teknis
Sementara itu, Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITN Malang, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., memberikan arahan teknis terkait pelaksanaan audit. Ia menyebutkan, secara umum standar AMI tidak banyak berubah, hanya terdapat sedikit perubahan pada jumlah indikator khususnya untuk program studi.
“Kami berharap perubahan kecil ini tidak mengurangi persentase capaian dan justru memicu perbaikan,” jelas Maranatha. Ia juga mencontohkan beberapa capaian yang perlu ditingkatkan, seperti pada program magister S2, serta menekankan pentingnya peran Program Pascasarjana dalam pengabdian masyarakat.
SIJAMU: Efisiensi dan Kemudahan Audit
Hal senada juga diungkapkan Bayu Teguh Ujianto, ST., MT., ketua pelaksana kegiatan. Ia menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan memberikan penyegaran bagi auditee dan auditor, terutama terkait penggunaan Sistem Informasi Jaminan Mutu (SIJAMU).
“Kami berkomitmen melakukan peningkatan fasilitas pada sistem SIJAMU sebagai tindak lanjut hasil evaluasi AMI sebelumnya, yaitu penambahan fitur dokumen pendukung dan rubrik penilaian,” terang Bayu.
Penambahan fitur dirancang untuk mempermudah proses audit di lapangan, sehingga auditor tidak perlu lagi membuka file terpisah. Setelah sosialisasi, tim akan melakukan finalisasi jadwal dan simulasi penggunaan SIJAMU untuk memastikan kelancaran pelaksanaan AMI.
“Tantangan terbesar kami adalah menumbuhkan budaya mutu di lingkungan ITN Malang pada setiap unit kerja,” ungkap Bayu. Ia berharap AMI periode ini dapat menjadi pilar penguatan tata kelola perguruan tinggi untuk menuju kampus unggul dan berdaya saing. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

