Lulusan terbaik FTI Balqis Bintang Paramita (ujung kiri) dari Prodi Bisnis Digital S1 di antara para lulusan terbaik tiap prodi di FTI ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menggelar acara yudisium periode II tahun 2024/2025 pada Rabu, (27/08/2025), di lapangan basket Kampus 2 ITN Malang. Acara ini diikuti oleh 271 peserta dari delapan program studi yang siap menyandang gelar sarjana dan ahli madya.
Jumlah lulusan perprodi: Teknik Mesin S1 75 orang, Teknik Elektro S1 33 orang, Teknik Industri S1 48 orang, Teknik Kimia S1 10 orang, Teknik Informatika S1 78 orang, Teknik Mesin D3 14 orang, Teknik Listrik D3 6 orang, dan Bisnis Digital S1 7 orang.
Baca juga: 25 Peserta Lulus Uji Kompetensi PLC di ITN Malang, Tingkatkan Daya Saing Lulusan
Wakil Dekan 1 FTI ITN Malang, Dr. Irrine Budi Sulistiawati, ST., MT., memberikan motivasi kepada para peserta yudisium. Ia berharap para lulusan dapat segera memperoleh pekerjaan, dan bekal ilmu dari ITN bisa menjadi modal kuat untuk berkarir. Bagi yang belum berminat bekerja, Irrine juga mendorong mereka untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana di ITN.
“Lulusan ITN harus bisa membekali diri menjadi individu berkualitas, mulai dari S-1 hingga S-2,” ujarnya.
Beberapa program studi di FTI juga telah membekali mahasiswanya dengan sertifikat kompetensi yang bekerja sama dengan industri, sehingga lulusan memiliki nilai lebih saat melamar pekerjaan. Prodi juga banyak bekerja sama dengan berbagai industri.
“Beberapa mahasiswa yang menjalani magang selama enam bulan, bahkan kini sudah diterima bekerja sebelum wisuda,” katanya.
Irrine juga menekankan pentingnya peran alumni sebagai penghubung antara kampus dan dunia luar. Ia meminta para lulusan untuk bergabung dalam ikatan keluarga alumni masing-masing prodi. Ini juga untuk tetap menjaga hubungan baik dengan prodi agar informasi lowongan kerja bisa disampaikan kepada adik tingkatnya.
Selain itu, Irrine juga menyebutkan bahwa FTI menerima mahasiswa dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan alih jenjang dari D-3.
Pada yudisium kali ini, FTI memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari setiap program studi:
Teknik Mesin S-1: Achmad Faisal Bahri (IPK 3,75), Teknik Elektro S-1: Anggi Putri Faradifa (IPK 3,76), Teknik Industri S-1: Desi Amalia Sawitri (IPK 3,69), Teknik Kimia S-1: Fitria Rekno Sari (IPK 3,75), Teknik Informatika S-1: Miftakhussurur Al Maliki (IPK 3,92), Teknik Mesin D-3: Sofyan Dwi Saputra (IPK 3,80), Teknik Listrik D-3: Nabilla Anggreny Putri (IPK 3,87), dan Bisnis Digital S-1: Balqis Bintang Paramita (IPK 3,95).
Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital S-1, Balqis Bintang Paramita, dinobatkan sebagai lulusan terbaik FTI dengan IPK 3,95. Keberhasilan ini semakin istimewa karena ia mampu menyelesaikan studi hanya dalam 3,5 tahun.
Dara yang akrab disapa Balqis ini mengaku sangat senang dan bangga. Rahasianya adalah membuat to-do list atau daftar kegiatan. Ia memprioritaskan tugas yang paling mendesak, dan membuat jadwal terperinci untuk pagi, siang, dan malam.
“Saya tidak pernah fokus ke indeks prestasi, tapi saya fokus ke prosesnya. Selama proses pembelajaran, saya selalu mengerjakan tugas di kelas dengan sungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik. IPK adalah hasil dari usaha maksimal yang saya jalani,” ungkap Balqis.
Selain aktif di kampus sebagai asisten Laboratorium Statistika Bisnis yang mengolah data menggunakan SPSS untuk skripsi, Aremanita ini juga aktif sebagai relawan. Balqis merupakan bagian dari relawan Senyum Anak Nusantara, sebuah organisasi yang berfokus pada pendidikan anak-anak di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di Kabupaten Malang dengan mencari sekolah yang kekurangan SDM dan fasilitas untuk kemudian mengajar di sana. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

