Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., membuka acara PKKMB di Aula Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) secara resmi membuka masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Gigantik 2025 pada Senin, (01/09/2025). Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., membuka acara yang digelar sederhana dan khidmat di Aula Kampus 1 ITN Malang.
Kegiatan PKKMB berlangsung selama empat hari, dari Senin-Rabu, 1 sampai 3 September di aula, dan dilanjutkan pada Kamis, 4 September di masing-masing fakultas. Mengusung tema “Building Resilience, Embracing a Bright Future”. Tema ini memiliki makna mendalam, yakni membangun ketahanan diri dan adaptasi di tengah perubahan, serta merangkul masa depan yang gemilang. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya memiliki keahlian akademis, tetapi juga ketangguhan mental untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Acara pembukaan diikuti ratusan mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia. Simbolis penyematan jas almamater biru kebanggaan ITN Malang dilakukan oleh Rektor Awan Uji Krismanto, dan Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., yang turut hadir dalam acara tersebut. Momen ini menandai status resmi mereka sebagai mahasiswa.
Sambutan Rektor dan Kehadiran Khusus Alumni
Dalam sambutannya, Rektor merasa terhormat dapat menyambut mahasiswa angkatan 2025 yang disebutnya sebagai calon-calon kebanggaan ITN Malang. Ia juga memperkenalkan kehadiran spesial Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., yang merupakan alumnus Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang.
“Seperti yang disampaikan Pak Menteri dalam sambutan PKKMB, mahasiswa adalah agen perubahan, agent of change. Selamat datang di kampus ITN Malang. Di sini Anda akan digembleng, akan belajar. Ingat, tujuan Anda di sini adalah menuntut ilmu, membangun diri dan karakter, untuk siap bersaing secara nasional dan global,” ujar rektor.
Rektor juga menekankan pentingnya kerja keras dan pengembangan diri di luar akademis. “Anda harus bekerja keras, siang dan malam. Ke depan pesaing Anda bukan lagi manusia tapi AI (Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence), maka bekali diri Anda dengan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, berkomunikasi, dan membangun jaringan agar nanti menjadi pemenang,” tambahnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa baru menjadi penerang bangsa di tengah situasi yang tidak mudah saat ini, bukan sebagai provokator. “Jangan terpancing provokasi. Anda di sini untuk belajar dan membawa nama baik orang tua, diri sendiri, dan ITN. Jadikan pengalaman di ITN Malang menjadi pengalaman berharga,” pesannya.
Baca juga: Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Rancang Master Plan Desa, Angkat Potensi Lokal Lewat KKNT
Sambutan Menteri dan Maskot Baru MaxBright
Sebelum sambutan rektor, diputar video sambutan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., yang menyampaikan tiga poin utama yakni:
- Pencegahan Kekerasan di Kampus: Mengimbau PKKMB agar bebas dari perundungan, kekerasan, dan pelecehan seksual, serta mendorong mahasiswa berani melapor.
- Kedewasaan dan Berpikir Kritis: Menekankan pentingnya mahasiswa bersikap dewasa, berpikir matang, dan mempertimbangkan setiap keputusan.
- Peran Sains dan Teknologi: Mendorong mahasiswa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat.
PKKMB Gigantik 2025 kali ini juga memperkenalkan MaxBright, maskot baru kebanggaan ITN Malang. MaxBright, yang digambarkan sebagai burung hantu dengan topi wisuda dan kacamata ikonik, diambil dari kata Maximum dan Bright yang artinya penuh semangat dan bersinar terang. Kehadiran MaxBright diharapkan membawa energi positif dan semangat inovasi bagi seluruh sivitas akademika ITN Malang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

