Lulusan terbaik FTSP ITN Malang (tengah) diapit oleh Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dan Dekan FTSP foto bersama dengan dekanat dan kaprodi-sekprodi pada yudisium periode II tahun 2024/2025. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menggelar acara yudisium periode II tahun 2024/2025 pada Rabu, (27/08/2025). Sebanyak 261 mahasiswa dari lima program studi (prodi) S1 mengikuti prosesi yang berlangsung meriah di Aula Kampus 1 ITN Malang.
Baca juga: Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Rancang Master Plan Desa, Angkat Potensi Lokal Lewat KKNT
Dalam suasana yang penuh keceriaan, para peserta yudisium tampil antusias mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, menghadirkan nuansa Bhinneka Tunggal Ika yang kental. Jumlah lulusan terbanyak berasal dari Teknik Sipil dengan 93 orang, diikuti Arsitektur 56 orang, Teknik Geodesi 51 orang, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) 38 orang, dan Teknik Lingkungan 23 orang.
Dekan FTSP ITN Malang, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., menyapa para peserta dan bertanya mengenai rencana mereka setelah lulus. Sebagian besar menjawab akan kembali ke kampung halaman untuk mengabdi, melanjutkan studi, atau bekerja. Ia mengingatkan, para lulusan untuk selalu menjaga nama baik ITN Malang saat kembali ke masyarakat, serta tidak cepat berpuas diri setelah terjun ke masyarakat.
“Semoga apa yang sudah dibekalkan di kampus dapat bermanfaat. Harapan kami, alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Debby menyebutkan, sebagian lulusan sudah dibekali sertifikasi kompetensi sehingga siap terjun ke dunia usaha dan industri. Selain itu, FTSP juga menjalin kerja sama dengan berbagai asosiasi profesi seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI), dan lainnya yang memberikan keuntungan bagi mahasiswa.
Baca juga: Untuk Kedua Kalinya, Tiga Alumni ITN Malang Lolos Program Kerja di Jepang, SJI Group Beri Pembekalan
“Dengan kolaborasi ini, mahasiswa dapat memperoleh ilmu praktis dari kakak senior yang sudah berkecimpung di dunia profesional. Mereka juga bisa mendaftar sebagai anggota asosiasi, yang bermanfaat untuk memperluas jaringan dan kredibilitas,” tambahnya.
Pada yudisium kali ini, Kadek Vito Krisna Ary Wijaya dari Prodi Arsitektur berhasil meraih IPK tertinggi FTSP dengan nilai 3,91. Kadek mengaku tidak menyangka bisa menjadi lulusan terbaik. Baginya, komitmen dan ketekunan dalam menjalani setiap mata kuliah menjadi kunci utamanya.
“Semua berjalan ada suka duka, sehingga di akhir masa perkuliahan hasilnya memuaskan,” ujar Kadek.
Ia juga menekankan pentingnya menyeimbangkan perkuliahan dan kegiatan organisasi. “Utamakan tujuan awal kuliah, yaitu menyelesaikan tanggung jawab setiap mata kuliah, baru setelah itu lakukan kegiatan organisasi,” tegasnya.
Berikut daftar peraih IPK terbaik dari masing-masing prodi: Herman Rubiyanto (Teknik Sipil) IPK 3,66, Dian Vernanda Panie (PWK) IPK 3,70, Dewa Gede Agung Gita D. (Teknik Geodesi) IPK 3,61, Annisa Berliana Dewi (Teknik Lingkungan) IPK 3,63.
Penghargaan khusus juga diberikan kepada lulusan dengan pakaian adat terbaik, yakni Rizha Arsyallius Syahrian dari PWK, dan Natalia dari Teknik Lingkungan. Keduanya berasal dari Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Mereka kompak mengenakan pakaian adat Suku Dayak, yaitu Dayak Bahau dan Dayak Kenyah.
Rizha mengaku bangga bisa mengenakan pakaian adatnya sendiri untuk momen penting ini. “Ingin mengenalkan ke teman-teman ITN yang banyak berasal dari berbagai daerah, jadi kami bisa saling tahu pakaian adat masing-masing,” pungkasnya yang berharap tradisi berpakaian adat pada yudisium terus dilestarikan. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

