itnmalangnews.id – Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT, kembali menekankan bahwa menjadi generasi di era global tidak cukup hanya berbekal pengetahuan teknologis (Iptek) tetapi perlu dilengkapi dengan karakter ketakwaan (Iptak).
Karena itu, menurutnya, mahasiswa harus didekatkan pada tiga hal, yaitu dekat dengan kitab sucinya, dekat dengan tempat ibadahnya, dan dekat dengan pemuka agamanya. “Mahasiswa kita datang dari berbagai daerah, berbagai suku, dan berbagai agama, karena itu kita dorong untuk menjaga ketakwaan berdasarkan keyakinan agamanya masing-masing. Itulah mahasiswa yang berkarakter,” terang pria asal Lombok itu dalam sambutannya di acara wisuda ke 57 periode 1 tahun 2017.
Untuk mewujudkan para lulusan yang dilengkapi dengan wawasan keagamaan mumpuni, imbuh Lalu, ITN Malang sudah menyediakan tempat ibadah berdasarkan agamanya masing-masing. Masjid Al Kautsar sudah dibangun untuk mahasiswa muslim, peletakan batu pertama Kapel (semi gereja) Santo Thomas Aquinas sudah dilakukan bagi mahasiswa Nasrani, dan direncanakan ke depannya akan dibangun pura untuk mahasiswa Hindu. “Saya sudah berkoordinasi dengan para alumni, agar Pura ini segera terealisasi. Bagi alumni yang ingin berpartisipasi kami sangat terbuka,” terang ayah empat anak itu.
Dalam kesempatan itu, Lalu juga menyampaikan kepada para orang tua wisudawan prestasi-prestasi ITN Malang sejauh ini di bidang teknologi. Prestasi terbaru ITN Malang meloloskan 22 tim PKM (program kreativitas mahasiswa) dengan 5 bidang yang didanai oleh kemeristek-DIKTI, dan satu tim karya tulis yang juga menerima insentif dari kemenristek-DIKTI. Menjadi finalis Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) kategori racing plane.
Kemudian, yang paling membanggakan tim U.A.R.T (Uber Alles Roboboat Team) menjadi juara 1 nasional dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKTCBN) yang diselenggarakan oleh Kemenristek-DIKTI. Kemudian kampus biru juga meloloskan wakilnya ke lomba mobil irit oleh Shell Eco Marathon yang digelar di Singapura 15-19 Maret mendatang. “Dan kita berturut-turut selama 8 tahun memperoleh Anugerah Kampus Unggul (AKU) dari kopertis wilayah VII,” ujar alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM) itu.
Selain itu, berbagai kerjasama sudah ditandatangani baik dengan kampus dalam negeri maupun di luar negeri. Di luar negeri di antaranya: UiTM Malaysia, UMP (Universitas Malaysia Pahang), Unisel, UTHM, dan UTM. Dari dalam negeri, di antaranya: Politeknik negeri Samarinda, Universitas Marwadewa Bali. “Kerjasama ini menyangkut pertukaran mahasiswa, dan kolaborasi riset,” kata dia. Selain itu juga dengan SMK-SMA di Kabupaten Malang dan dengan pemerintah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan sejumlah prestasi dan kerjasama ini, semakin optimis ITN Malang akan menjadi world class university. (her)
