itnmalangnews.id – Prestasi demi prestasi yang diukir oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membuat koordinator kopertis wilayah VII, Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA, mengacungi jempol buat kampus biru. Hal itu dinyatakan, pada saat yang bersangkutan menyampaikan pidatonya dalam acara wisuda ke 57 periode I 2017 di kampus II.
Menurut Suprapto, ITN Malang memang layak menjadi kampus terbaik untuk tingkat institut se Jawa Timur. Pasalnya, berbagai torehan prestasi telah dicapai, dan yang mengagumkan adalah dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang sebelumnya di klaster binaan naik menjadi utama. “Untuk level institut ITN Malang terbaik, dan jika digabung dengan non institut yang jumlahnya 332, ITN Malang rangking 10, luar biasa,” ujarnya.
Suprapto juga optimis bahwa untuk tahun yang akan datang ITN Malang dapat meningkatkan rangkingnya dari posisi sepuluh ke lebih tinggi lagi. Jika dilihat dari trennya, imbuhnya, perkembangan nilai ITN Malang meningkat, pada tahun 2015 nilainya 372 dan pada tahun 2016 nilainya 500. “Dilihat dari kemajuan ini, kok firasat saya mengatakan tahun depan akan naik peringkatnya,” katanya tersenyum.
Dalam kesempatan itu Suprapto menyampaikan terimakasihnya kepada ITN Malang telah mengelola beasiswa bidik misi yang disediakan oleh DIKTI. Yang mana dalam wisuda kali ini ada sebanyak 4 penerima beasiswa bidik misi berhasil diwisuda dan salah satunya menjadi mahasiswa terbaik di jurusannya. “Terimakasih telah mengelola bidik misi dengan baik, ITN Malang pokoknya bagus, tahun depan jatah bidik misi akan ditambah,” terangnya.
Namun demikian, Suprapto belum menyatakan berapa persen peningkatan jatah bidik untuk ITN Malang. “Beasiswa ini kan dibatasi. Tapi yang pasti secara keseluruhan akan ditingkatkan jumlahnya. Karena itu, pertambahan ini juga akan diberikan pada ITN Malang. Kita tunggu saja,” paparnya.
Selain mengapresiasi pencapaian ITN Malang, Suprapto juga mengajak kepada segenap orang tua untuk berlomba-lomba menyekolahkan putra-putrinya. Karena dibanding negara-negara tetangga tingkat pendidikan masyarakat Indonesia kalah dengan negara-negara tetangga, misalnya di Singapura 80 persen penduduknya lulus sarjana, sementara di Indonesia untuk tahun ini baru 27 persen yang berpendidikan tinggi. “Untuk itu, bapak-ibuk sekalian silahkan masukkan putra-putrinya ke ITN Malang,” katanya. (her)
