itnmalangnews.id – Dalam skala negara berkembang, Indonesia termasuk berpotensi unggul di bidang ekonomi. Adi Harsono, insinyur dan pengamat ekonomi, memaparkan prediksi PDB Indonesia 2019 pada sesi orasi ilmiah Pelantikan Rektor ITN Malang. “Pertumbuhan justru tampak signifikan di negara-negara Asia. Indonesia berada di urutan empat dengan kenaikan PDB 5,3% setelah India (7,5%), Filipina (6,5%), dan Tiongkok (6,3%),” ujar pria yang pernah bekerja di Kongo ini, Kamis (28/02).
Guna membangun ekonomi menurut Adi, negara harus menjaga suasana damai dan memiliki pasar yang besar. Ia mencontohkan suasana politik Orde Baru yang tidak toleran bagi golongan tertentu. “Dulu, saya tidak bisa jadi dosen dan ilmuwan karena diskriminasi Orde Baru terhadap keturunan Tionghoa. Sekarang potensi-potensi ekstremis harus diredam agar kedamaian terjaga dan kita bersama membangun Indonesia,” cerita Adi.
Sementara itu, Tiongkok termasuk pasar yang menjanjikan. “Tiongkok fokus pada lintasan pembangunan inklusif yang lebih berkelanjutan melalui model pertumbuhan normal yang dipicu konsumsi, bukan hanya didorong investasi,” jelas Adi mengutip pernyataan dalam World Economy Forum 2017. Kebudayaan Tiongkok telah tercatat selama 5000 tahun. Di negara ini pula ditemukan benda penting seperti kertas dan kompas. (ata)
