itnmalangnews.id – Kehadiran Bupati Ende, Nusa Tenggara Timut (NTT) Ir. Marselinus Y.W. Petu dalam acara wisuda ke 56 periode II 2016 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memiliki kesan tersendiri bagi para wisudawan. Pasalnya, dia tidak hanya sebagai alumni ITN Malang yang berhasil membangun daerahnya, tetapi juga bagaimana perjuangannya saat menempuh studi di kampus biru merupakan suatu pelajaran yang sangat berarti.
Marselinus berkisah, pada tahun 1983 dirinya untuk pertama kalinya menginjak tanah Jawa. Dia kuliah ngambil jurusan arsitektur di ITN Malang. Saat itu dia tidak memiliki pandangan yang jelas apa yang akan dilakukan setelah kuliah nanti. “Jadi saya datang ke Jawa itu dalam keadaan kosong, tidak tahu apa yang akan dilakukan setelah kuliah. Pokoknya kuliah dulu,” terang mantan ketua DPRD Ende periode 2009-2014 tersebut.
Dilema semakin terjadi setelah dia menjelang wisuda. Pilihannya adalah apakah pulang ke daerah dan membangun daerah. Atau hidup merantau mencari pengalaman dulu di Jawa. Tetapi akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke daerahnya. “Dan rupanya saya tidak menyesal pulang ke daerah. Saya berkesempatan menjadi Bupati dan dapat membangun daerah saya,” papar Bupati Ende periode 2014-2019 tersebut.
Selain itu, pria yang juga Ketua FORKI Kabupaten Ende tersebut menceritakan kisah pilunya di ITN Malang saat wisuda. Menurutnya, saat wisuda dia tidak memiliki sepatu yang bagus sehingga dia tidak pakai sepatu sebelum dipanggil pengukuhan. “Saat wisuda sepatu saya dibungkus plastik. Karena memang kondisi saya dalam kekurangan,” terangnya. Tetapi akhirnya Marselinus dapat menyelesaikan semuanya dengan baik dan kini ia menjadi orang nomer satu di Kabupaten Ende.
Tak lupa diakhir sambutannya, dia mengajak ITN Malang untuk bekerjasama membangun Kabupaten Ende. Menurutnya, daerah tempat pengasingan Sukarno tersebut membutuhkan orang-orang hebat ITN Malang untuk membangun. “ITN Malang harus menjadi tim tank teknologi dan pembangunan Kabupaten Ende,” ujarnya. (her)

