itnmalangnews.id – Pasca peristiwa gempa dan tsunami yang menelan ribuan korban di Sulawesi Tengah (Sulteng) menggugah hati nurani seluruh anggota Ikatan Alumni Teknik Lingkungan (IKATL) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, gempa yang mengguncang ribuan rumah dan penghuninya tesebut terjadi di tiga wilayah, yakni Palu, Donggala, dan Sigi. Mendengar kejadian tersebut, IKATL langsung berinisiatif mengadakan penggalangan dana terhadap para alumninya.
“Dana yang terkumpul dari alumni kami belanjakan untuk membeli barang-barang yang sudah kami list sesuai kebutuhan korban gempa. Kami tidak menyalurkan dana secara langsung karena menurut info yang kami terima korban bencana lebih membutuhkan barang-barang siap konsumsi dan siap pakai,” ungkap koordinator kegiatan, Sudiro, ST.,MT,. Saat ditemui di ruang humas awal bulan Oktober lalu.
Lebih lanjut Sudiro menyampaikan, pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 36 kardus berupa makanan, air mineral, perlengkapan kamar mandi, kebutuhan bayi dan wanita. Barang-barang tersebut secara simbolis diserahkan kepada pihak Humas ITN Malang.
Baca juga: Dari ITN Malang, Gelombang Aksi Peduli Sulawesi Tengah Mengalir
“Sebagian dari anggota IKATL juga ada yang berdomisili di Palu. Kami sudah menghubunginya dan mereka dalam keadaan aman. Saat ini kondisi Palu seperti kota mati. Hampir semua bangunan rusak, seperti jembatan Kuning yang menjadi ikon sejarah (jembatan lengkung pertama di Indonesia) di Kota Palu, begitupun dengan ribuan perumahan lainnya,” imbuh Diro akrab ia disapa. (mus)

