ITNMALANGNEWS.COM – Salah satu lembaga profesi Asosiasi Sumberdaya Manusia Konstruksi Indonesia (Asdamkindo) mengapresiasi langkah Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk bekerja sama dalam bidang peningkatan kualitas tenaga kerja. Hal ini disampaikan oleh Ir. Anang Prakoso, ketua dewan pengurus Asdamkindo Jawa Timur dalam acara MoU (Memorandum of Undestanding) dengan ITN Malang di ITN kampus satu kemarin (6/11).
Anang, sapaan akrab Anang Prakoso, menyatakan bahwa sejauh ini ITN termasuk salah satu kampus yang para lulusannya memiliki kompetensi dan daya saing di bidang konstruksi. Prestasi ini, imbuhnya, akan menjadi semakin mantap manakala dilengkapi dengan sertifikat profesi dan keterampilan sebagaimana diatur oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Lembaga Pengembangan Jasa Kosntruksi (LPJK). “Aturan bahwa harus memiliki sertifikat keterampilan ini juga sudah sesuai dengan prinsip Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” papar pria asal Malang tersebut.
Dia menambahkan, bahwa antara Indonesia dengan beberapa negara anggota MEA lainnya sudah memiliki nota kesepahaman soal keberlakuan sertifikat tenaga kerja Indonesia. Artinya sertifikat yang dikeluarkan dapat digunakan di beberapa negara. “Indonesia sudah buat kesepahaman dengan 10 negara ASEAN, jadi nanti kita betul-betul bisa bersing secara global,” lanjutnya.
Sementara itu, Dewan pembina Asdamkindo, Saleh Ismail Mukadar, yang juga berada di lokasi menyatakan bahwa tanpa sertifikat para tenaga kerja tidak bisa bekerja. Itu sudah regulasi yang dibuat oleh pemerintah. “Jadi sekarang, semua pekerja konstruksi harus memiliki sertifikat,” tegasnya.
Hal ini, menurut dia, yang membuat Indonesia berbeda dengan negara-negara yang fokus pada pengembangan pengetahuan. Misalnya negara Finlandia yang tidak menggunakan sertifikat untuk tenaga kerjanya. “Mau gimana lagi, aturannya harus bersertifikat. Kita harus ikuti, untuk itu langkah ITN ini sangat tepat menyiapkan diri dengan kerjasama ini,” tukasnya. (her)

