itnmalangnews.id – Lomba desain logo yang diselenggarakan oleh IACAC (ITN Award for Creatif Achievement and Competititon) akan memberi arti penting bagi pemenangnya. Pasalnya, logo terbaik akan digunakan oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sebagai branding. “Logo terbaik akan digunakan untuk promosi misalnya. Tapi tidak akan digunakan untuk yang resmi, seperti surat menyurat,” terang Didiek Suharjanto, MT, ketua bidang II IACAC yang menangani lomba desain logo saat ditemui dilokasi acara penjurian tahap dua di gedung FTSP pada Senin (15/5).
Didiek yang ditemani oleh Ir. Ismail Nakhoda, MT, menyatakan bahwa kegiatan ini sebetulnya untuk menampung kreativitas segenap akademika ITN Malang. Karena itu para peserta berasal dari internal sendiri. Total peserta yang mendaftarkan diri berjumlah 118 orang. Setelah dilakukan seleksi maka sisa 5 orang yang diberikan kesempatan untuk mempresentasikan karyanya. Lima orang itu di antaranya: Deva Redo, Hadi Siswondo, Maria Ratu Santa’i, Afan Firmansyah, dan Shella Rafsanjani. “Yang presentasi kali ini semuanya baik. Mana yang akan digunakan untuk logo branding nanti kita akan ajukan dulu ke pimpinan. Karena kadang ini berkaitan dengan soal selera,” kata pria kelahiran Manado itu.
Selain lomba logo bidang II juga menggelar lomba desain pendopo. Dan bagi desain pemenang juga akan digunakan membangun pendopo yang saat ini sedang disiapkan oleh ITN Malang. Berbeda dengan desain pendopo peserta lomba ini juga berasal luar ITN Malang. Setidaknya diikuti oleh 10 peserta dan diambil 2 terbaik untuk mempresentasikan. Di antaranya: Jafni Zul Fahmi dan Livie Sukma T. (her)
