itnmalangnews.id – Pentingnya Pusat Karir untuk mengantisipasi tantangan ketenagakerjaan di masa datang sangat disadari oleh institusi perguruan tinggi. Untuk mewujudkan berdirinya Pusat Karir, Emil Haris, ST.,MT., dan Yusup NR, ST.,MT., dari Politeknik Indramayu mengunjungi Pusat Karir ITN Malang, Jumat (25/11). Disambut Drs. Sumanto.,M.Si., Kepala Pusat Karir ITN Malang, dua dosen Politeknik Indramayu antusias bertanya mengenai seluk beluk pendirian, informasi kegiatan sampai masalah-masalah apa yang dihadapi oleh Pusat Karir.
“Menurut mereka, Politeknik Indramayu memandang ITN Malang sudah layak untuk dijadikan referensi pendirian Pusat Karir. Selain ITN Malang mereka juga mengunjungi Polinema dan UB,” terang Kepala Pusat Karir ITN Malang saat ditemui itnmalangnews.id di ruangannya, Sabtu (26/11).
Pusat Karir ITN Malang tahun ini sudah dipercaya Dikti sebagai Koordinator Wilayah X Perguruan Tinggi penerima hibah Pusat Karir (PK) dan Pusat Karir Lanjutan (PKL). Membawahi 16 Perguruan Tinggi di Malang, Kediri, Tulungagung dan Blitar. “Se-Indonesia hanya 13 Perguruan Tinggi yang dilibatkan sebagai koordinator. Untuk Wilayah Malang yang dipilih sebagai koordinator ITN Malang membawahi Wilayah X dan UNISMA untuk Wilayah VII. Fungsinya mengevaluasi program hibah PK dan PKL di masing-masing Perguruan Tinggi yang mendapatkan hibah. Atas dasar apa pemilihan tersebut kami pun tidak faham,”aku pria asli Kota Batu ini.
Menurut Bapak Sumanto, sejak berdiri di tahun 2012, sudah empat tahun menerima hibah Pusat Karir Lanjutan (PKL-trancer study). “Hibah PK untuk mendirikan Pusat Karir bagi Perguruan Tinggi yang belum mempunyai Pusat Karir. Sedangkan hibah PKL-trancer study diberikan dengan syarat perguruan Tinggi sudah mempunyai Pusat Karir,” jabarnya, berharap Pusat Karir ITN Malang menjadi referensi Pusat Karir di Indonesia. (sar)
