itnmalangnews.id – Malang menjadi salah satu barometer modifikasi motor nasional. Sehingga tidak asing lagi kalau animo modification contest sepeda motor yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Mesin S-1 ITN Malang sangat luar biasa, Sabtu (19/11). 10 class category yang dilombaan menyita perhatian juri, salah satunya Tito Agusta juri dari Tabloid Ototrand Surabaya, Jawa Pos Grup.
“Secara umum bisa dikatakan setiap waktu modifikasi motor berkembang. Kontes motif visualnya kelihatan, jadi setiap saat ada pengembangan ide-ide baru. Saya lihat ada beberapa maskot yang ikut di Bandung hadir di sini. Pemain-pemain profesionalnya meluncur ke sini (ITN Malang, red). Kalau mereka ke Malang berarti punya senjata yang maksimal, karena Malang tidak bisa diremehkan,” ungkap alumni Teknik Mesin 95 ITN Malang ini.
Tito Agusta menuturkan, secara umum ada beberapa kriteria yang dinilai. Antara lain tingkat kesulitan pengerjaan, detail pengerjaan, keserasian, universal finishing, ini dalam garis besar di semua kelas. Sedangkan tiap kelas mempunyai pakemnya masing-masing. “Tahun ini trendnya kelas mothai, aliran modifikasi yang berkiblat ke Thailand. Kalau tahun kemarin street racing. Salah satu kelas yang punya gengsi paling tinggi. Diubah dari balap motor liar ke modifikasi, bomingnya dari Indonesia dan salah satu barometernya ya Malang,” terangnya.
“Prestasi panitia patut dibanggakan, mulai dari loading motor sampai penjurian kerja panitia sangat bagus. Meskipun lama vakum kemudian menggebrak dengan jumlah peserta sangat banyak. Ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan,” imbuhnya. (sar)
