Teknik Mesin S-1 ITN Malang bersama PT Chakra Jawara menggelar campus hiring untuk alumni. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Program Studi Teknik Mesin S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menjalin kerja sama dengan PT Chakra Jawara, dealer truk terkemuka di Indonesia, dengan menggelar campus hiring selama dua hari, Sabtu dan Minggu (12-13/07/2025). Acara rekrutmen ini berlangsung di gedung Amphi Mesin lantai 2, Kampus 2 ITN Malang, diikuti oleh lebih dari 50 alumni Teknik Mesin S-1 ITN Malang serta beberapa peserta dari luar kampus.
PT Chakra Jawara adalah anak perusahaan dari PT Mahadana Dasha Utama, bagian dari Tiara Marga Trakindo Group, yang telah menjadi dealer truk sejak tahun 2000. Saat ini PT Chakra Jawara memegang lisensi eksklusif sebagai dealer tunggal truk berat IVECO, mesin & sprinkler FPT, serta menjadi mitra ZF Service di Indonesia.
Sekretaris Program Studi Teknik Mesin S-1 ITN Malang, Tutut Nani Prihatmi, SS., S.Pd., M.Pd., menyatakan, kehadiran PT Chakra Jawara untuk menyelenggarakan campus hiring merupakan bentuk nyata kolaborasi dengan mitra industri. Ia menambahkan, Prodi Teknik Mesin S-1 berencana akan terus melaksanakan kegiatan serupa dengan mitra industri lainnya di masa mendatang.
“Harapannya, melalui kegiatan ini calon lulusan dan alumni dapat memahami prosedur rekrutmen yang dijalankan oleh HR sebuah perusahaan saat mencari kandidat engineer. Selain itu, campus hiring juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir Teknik Mesin S-1 untuk segera mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya, bahkan sebelum mereka lulus,” jelas Tutut.
Rangga Cahyarizky, People & Organizational Development Supervisor at PT Chakra Jawara (Tiara Marga Trakindo Group) menjelaskan, perusahaannya membutuhkan 10 peserta manajerial training yang nantinya akan dibawa ke kantor pusat di Jakarta. Kompetensi utama yang dicari adalah leadership dan analytical thinking, dilengkapi dengan kemampuan decision making, keramahan komersial (human entrepreneurship), serta pemahaman dasar tentang finansial.
Proses seleksi meliputi psikotes, technical test, tincan test, dan tes teknis terkait mesin. Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap wawancara. Rangga mengungkapkan persaingan seleksi cukup ketat karena PT Chakra Jawara juga telah mengunjungi universitas lain seperti UI dan UNS.
“Kami memang mengutamakan rekrutmen di ITN Malang, namun demi efisiensi, kami juga sekalian berkunjung ke Jawa Tengah,” ujarnya.
Rangga menegaskan, mereka mencari lulusan S1 yang memiliki potensi manajerial, bukan sekadar teknisi, karena kemampuan leadership dan critical thinking sangat penting. Program training juga akan diikuti selama satu tahun oleh peserta yang lulus tes. Training berfokus pada pengembangan kemampuan, mempersiapkan mereka untuk membawahi teknisi senior.
“Kami berharap dapat merekrut 10 kandidat dari ITN Malang. Beberapa anak magang dari ITN sebelumnya juga menunjukkan performa yang sangat bagus, baik secara teknis maupun dalam hal sikap. Mereka proaktif, bahkan rela membantu bila ada divisi lain yang membutuhkan bantuan,” puji Rangga.
Karir di Chakra Jawara menawarkan jalur yang jelas, dimulai dari technician training, lalu naik ke technician junior, kemudian senior technician, hingga level engineer atau foreman. Program training ini memiliki tiga fase: belajar teknis, pemahaman produk, dan on-the-job training (OJT) dengan fokus pada isu-isu dan improvement. Fase kedua mempelajari proses bisnis dan sistem yang mendukung pekerjaan foreman, termasuk pengawasan pekerja. Evaluasi akhir akan menentukan apakah training akan menjadi karyawan tetap sebagai koordinator atau posisi lainnya.
“Nantinya kami akan melakukan psikotes untuk melihat potensi yang sesuai standar, dan technical test terkait pengetahuan mesin, elektrikal, dan lainnya. Jika lolos, akan dilanjutkan dengan wawancara. Setelah itu, kami membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk diskusi dengan user. Jika berhasil, kami akan mengirimkan penawaran gaji, konfirmasi ketersediaan, dan medical check-up. Rencananya, program ini akan dimulai pada Desember 2025,” tutup Rangga. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

