SMA Nasional Malang melaksanakan MPLS di Kampus ITN Malang. (Foto: Mita/Humas)
itnmalangnews.id – Sebanyak 178 siswa baru SMA Nasional Malang antusias mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025, di Kampus 2 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Rabu, (16/07/2025). Kegiatan bertema “MPLS Ramah” ini bertujuan memperkenalkan dunia perkuliahan khususnya ITN Malang, serta memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca juga: Kunjungan Edukatif: Siswa SDN Tunjungsekar 1 Malang Pelajari Energi Terbarukan di ITN Malang
Rombongan siswa SMA Nasional Malang yang didampingi 22 guru pendamping disambut hangat oleh Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang, Drs. Sumanto, M.Si. Dalam sambutannya, Sumanto menyampaikan selamat datang kepada para siswa dan berharap mereka dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari kunjungan tersebut.
Kepala Sekolah SMA Nasional Malang, Soni Syarifuddin, S.Pd., menjelaskan, kegiatan MPLS tahunan di kampus ITN sudah menjadi tradisi. Merupakan kerja sama antara SMA Nasional Malang dan ITN Malang. MPLS tahun ini juga mengacu pada panduan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang lebih menekankan pada penggalian bakat siswa dan penyesuaian dengan jurusan atau vokasi yang relevan.
“SMP Nasional, SMA Nasional, SMK Nasional, dan ITN adalah satu keluarga, karena di bawah naungan yayasan yang sama,” ujar Soni dalam sambutannya.
Ia juga menekankan kemudahan yang didapatkan alumni SMA Nasional saat ingin melanjutkan studi di ITN Malang, termasuk kesempatan meraih beasiswa penuh bagi alumni terbaik. “Kalau mau masuk ITN lewat SMA Nasional, kami kawal agar mudah dan ringan biaya,” tambahnya.
Soni memotivasi siswa dengan pesan inspiratif, “Lahir adalah takdir, sukses itu adalah pilihan. Sukses dipilih mulai dari sekarang.” Ia juga berbagi pengalaman pribadinya mengenai pentingnya manajemen waktu dan emosi di tengah padatnya tugas perkuliahan. Serta mengajak siswa untuk tidak hanya fokus pada mencari ilmu, namun juga mengembangkan diri melalui organisasi dan belajar sambil bekerja.
“ITN adalah salah satu institut yang terkenal di Jawa Timur, tidak diragukan lagi kualitasnya,” ujar Soni.
Soni juga menyebut beberapa alumni sukses ITN Malang, seperti Wali Kota Malang saat ini Bapak Wahyu Hidayat, dan Wali Kota Malang sebelumnya, Abah Anton (Mochamad Anton) untuk menginspirasi para siswa agar tidak merasa minder. Ia mengungkapkan harapannya agar para siswa tergerak untuk menjadikan ITN Malang sebagai pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan.
Selain mendapatkan materi umum, siswa juga diajak mengunjungi Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT) Teknik Elektro ITN Malang, termasuk fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid dan off-grid.
Salah satu peserta MPLS, Vara Khaviky mengaku sangat senang dan merasa mendapatkan banyak ilmu baru. “Seru, menyenangkan, awalnya saya belum tahu mengenai PLTA, PLTS, PLTB, setelah mengikuti MPLS ini jadi tahu (faham). Baru pertama kali lihat PLTS,” ungkap Vara.
Ia kini memahami bahwa energi baru terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak akan habis, seperti dari matahari, air, dan angin. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

