SJI bersama fasilitator perusahaan Jepang saat observasi dan diskusi langsung bersama WR III, Pusat Karir dan para peserta program kerja. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Tiga alumni Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) lolos program kerja Engineering (Gijinkoku) di Jepang. Rekrutmen alumni merupakan program kerja sama antara Pusat Karir ITN Malang dengan PT Sahabat Jepang Indonesia (SJI) Group. SJI merupakan mitra rekrutmen profesional untuk berbagai perusahaan di Jepang.
Observasi dan diskusi langsung SIJ dengan para peserta program kerja dilaksanakan di Ruang Rapat Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang pada Rabu (13/08/2025). Hadir dalam diskusi Wakil Rektor III, Dr. Hardianto, ST., MT; Kepala Pusat Karir, Dr. Lila Ayu Ratna Winanda, ST., MT; Sekretaris LPKU, F.X. Ariwibisono, ST., M.Kom, perwakilan PT SJI Group, perwakilan Starboard Group, dan perwakilan Wakokai Group selaku fasilitator termasuk CEO dan CSO of Starboard Cooperative, CEO of Mirairis Holdings, Co., Ltd, dan CEO of Friend Co., Ltd.
Kepala Pusat Karir, Lila Ayu Ratna Winanda, menyatakan, kelolosan para alumni untuk bekerja di Jepang ini adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya, dua alumni dari Prodi Arsitektur dan Teknik Sipil juga berhasil lolos program serupa.
Lila juga mengatakan, perusahaan Jepang yang hadir sangat tertarik dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dikembangkan oleh ITN Malang. Oleh karena itu, mereka menyempatkan diri untuk melihat langsung PLTS di Kampus 2, sebelum bertolak ke Jepang. Kunjungan tersebut dipandu oleh Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., tenaga ahli PLTS ITN Malang.
“Holding company perusahaan Jepang ini kedepannya akan berfokus pada pekerjaan di bidang energi terbarukan. Dengan demikian, ada peluang bagi mereka untuk merekrut lulusan dari Teknik Listrik dan Teknik Elektro,” ujar Lila. Selain ke PLTS rombongan SJI juga menyempatkan diri melihat karya mahasiswa Arsitektur, dan mengunjungi laboratorium Teknik Sipil.
Muhammad Zulqifli Lihin perwakilan SJI menyebutkan, Setelah melalui proses wawancara, dari 13 pelamar alumni ITN Malang terpilihlah tiga orang. Yakni, Jessica Jeane Putri Purnama, alumnus arsitektur, I Wayan Reditya Candra Wibawa dan Mohamad Izal Ansari, alumni teknik sipil.
“Ketiga alumni ITN berhasil diterima di perusahaan Mirai dan Friend, dan mereka menjadi orang Indonesia pertama yang bekerja di perusahaan tersebut,” katanya.
Baca juga: ITN Malang Buka Kesempatan Alumni Berkarir di Perusahaan Perkapalan Korea Selatan
Ia menjelaskan, ketiganya terpilih karena memiliki public speaking yang baik, percaya diri, serta kemampuan menjawab pertanyaan dengan santai dan jelas. Hal yang paling menarik perhatian perusahaan adalah saat mereka memperkenalkan diri secara singkat dalam bahasa Jepang.
Mereka dinyatakan lulus pada 15 Juli 2025 lalu. Kunjungan SJI Group juga menjadi momen untuk menentukan persiapan masing-masing peserta, terutama terkait pembelajaran bahasa Jepang yang wajib mereka ikuti selama 8 bulan. Pembekalan bahasa ini sangat penting karena komunikasi merupakan kunci utama dalam bekerja.
“Perusahaan berharap mereka dapat bekerja di Jepang lebih dari 5 tahun, dan terus meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang mereka. Antusiasme perusahaan sangat tinggi melihat ketiga kandidat ini, dan berharap mereka bisa segera diberangkatkan,” imbuhnya.
Salah satu peserta I Wayan Reditya Candra Wibawa, alumni Teknik Sipil angkatan 2019, menceritakan alasannya melamar program ini. Ia ingin mencari pengalaman, mempelajari lingkungan kerja di Jepang, serta mendapatkan peluang karir profesional di luar negeri. Wayan rencananya akan ditempatkan di Frend.inc, Kota Kawagoe, sebuah perusahaan kontraktor yang merupakan cabang dari Mirairis Holdings.
“Tugasnya nanti sebagai pengawas lapangan. Sebelum berangkat kami diwajibkan bisa bahasa Jepang, jadi nanti akan belajar dulu,” katanya.
Wayan lolos setelah mengikuti wawancara secara daring. Menurutnya, perusahaan sangat memperhatikan cara kandidat mempresentasikan diri secara tegas dan jelas. Selain itu, curriculum vitae (CV) yang lengkap juga menjadi salah satu pertimbangan penting. Setelah diterima, ia diwajibkan mengikuti program bahasa Jepang minimal hingga level N3 dari 5 tahapan yang ada (N5 hingga N1). (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

