itnmalangnews.id – Keinginan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk menjadi kampus yang mengembangkan green technology tampaknya tak lama lagi akan terealisasi. Pasalnya, Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT, Rektor ITN memastikan bahwa Kampus II akan menjadi tempat pilot projek tersebut dilakukan. “Kita akan melakukan program teknologi hijau ini, kampus II kami pilih sebagai pusatnya karena dari sisi lokasi sangat memungkinkan,” terangnya saat menghadiri acara Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri (SENIATI) 2016 di kampus II kemarin (6/2/16).
Menurut pria yang akrab disapa Lalu tersebut memang sejauh ini ITN melakukan praktik lapangan pengembangan teknologi hijau (green technology). Tetapi dari sisi pengembangan teori dan konsep sudah melakukannya dan mengembangkannya jauh hari sebelumnya. “Makanya untuk penerapannya ini, kami mendatangkan ahli yaitu Ricky Elson yang memang konsen di bidang green technology dan sejauh ini sudah melakukan praktik lapangan,” imbuh pria asal Lombok tersebut. Ricky Elson adalah salah satu pengembang energi listrik menjadi energi kendaraan seperti mobil listrik, sepeda listri, becak listrik, dan motor listrik serta kincir angin.
Sejauh ini, imbuh Lalu, ketika melihat perkembangan Indonesia justru yang terjadi adalah polusi udara yang hampir dialami setiap kota. Itu semua dihasilkan oleh teknologi menggunakan energi yang tak bisa terbarukan, seperti BBM. “Untuk itu, untuk mengantisipasi itu ya kita harus mulai green technology mulai tahun 2016 ini,” lanjutnya.
Bahkan menurut alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM), ITN siap membuka jurusan-jurusan baru yang berkaitan khusus dengan teknologi hijau. Hal ini sebagaimana posisi perguruan tinggi yang berperan mengembangkan teknologi berazazkan green technology serta melahirkan manusia-manusia yang memiliki kemampuan di bidang itu. “Jadi akademisi mengembangkan, perusahaan memproduksinya, dan masyarakat yang menggunakan,” tukasnya. (her)

