Kaliku, Saksi Kerjasama Prodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang dan Desa Pakisaji

Ketua Prodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang, Dr Komang Astana Widi, ST MT, (kanan) bersama Kepala Desa Pakisaji

Ketua Prodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang, Dr Komang Astana Widi, ST MT, (kanan) bersama Kepala Desa Pakisaji.


itnmalangnews.id – Program Studi Teknik Mesin S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjalin kerjasama dengan Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berbeda dari biasanya, penandatanganan kerjasama berbarengan dengan kegiatan abdi masyarakat Himpunan Mahasiswa Mesin S-1 ini dilakukan di Kaliku. Dan, ditandatangani langsung oleh Ketua Prodi Teknik Mesin S-1, Dr Komang Astana Widi, ST MT, dan PJ Kepala Desa Pakisaji, Muhammad Kusni, Sabtu (30/10/2021).

Baca juga:  www.itn.ac.id

Kaliku merupakan sebuah sungai yang dimanfaatkan untuk tujuan wisata. Diangkat oleh Kelompok Aktivis Lingkungan Hidup dan Kelestarian Budaya, Kaliku mempunyai berbagai potensi. Baik potensi alam maupun masyarakat sekitar. Untuk itulah Prodi Teknik Mesin S-1 melibatkan dosen dan mahasiswa berupaya mendukung pengembangan potensi Kaliku.

“Bidang ilmu yang dibutuhkan dalam kegiatan abdi masyarakat sangat banyak. Oleh karena itu, setiap kegiatan abdi masyarakat di Prodi Teknik Mesin S-1 selalu melibatkan dosen dan mahasiswa,” kata Kaprodi Teknik Mesin S-1, Dr Komang Astana Widi, ST MT, saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp beberapa waktu lalu.

Baca juga: Abdi Masyarakat Mahasiswa Mesin, Pasang Kincir Air di Kaliku

Bertema Implementasi Teknologi Mikrohidro untuk Sumber Energi Listrik Terbarukan, kegiatan juga dihadiri oleh alumni Teknik Mesin S-1. Dalam penandatanganan kerjasama, secara simbolis Kaprodi Teknik Mesin S-1 menyerahkan kincir air hasil penelitian dosen Dr Eko Yohanes, ST MT, dan Ir Soeparno Djiwo, MT, kepada Desa Pakisaji. Teknologi tepat guna pikohidro ini sebagai upaya Teknik Mesin S-1 untuk memberi penerangan listrik di sepanjang jalan Kaliku.

“Teknologi ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa sungai memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam menghasilkan listrik. Untuk dapat dimanfaatkan dengan maksimal tentunya perlu ada kepedulian masyarakat sekitar terhadap sungai. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai,” harap Komang. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut mengingat kebutuhan teknologi masih sangat banyak dibutuhkan.

Dikatakan Komang, PJ Kepala Desa Pakisaji Muhammad Kusni dalam sambutannya menginformasikan, Desa Pakisaji juga memerlukan teknologi lain yang seperti pemrosesan batik, dan pengolahan sampah. Kedua bidang tersebut yang saat ini sedang digiatkan oleh warga setempat disamping pemberdayaan sungai. Muhammad Kusni berharap kedepannya teknologi tersebut dapat direalisasikan oleh Prodi Teknik Mesin S-1.

Baca juga: Mahasiswa PWK Mengedukasi tentang Sempadan Sungai di CFD Ijen

Harapan dan keinginan masyarakat tersebut menjadi motivasi prodi untuk mendorong para dosen lebih giat dalam mendapatkan hibah penelitian. Meskipun demikian, untuk dapat tetap melakukan kegiatan abdi masyarakat juga dapat dilakukan dengan menggunakan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Dimana kegiatan mahasiswa diluar tatap muka bisa dikonversikan ke dalam SKS mata kuliah. Sehingga kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen tersebut dapat terakomodasi.

“Perlu ada koordinasi lebih lanjut agar kegiatan abdi masyarakat menjadi salah satu kegiatan MBKM. Koordinasi ini tentunya melibatkan berbagai pihak diantaranya pembina mata kuliah (dosen), mahasiswa, lembaga terkait yakni LPPM dan masyarakat pengguna (desa),” pungkas Komang. (mer/Humas ITN Malang)

(Visited 169 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *