Abdi Masyarakat Mahasiswa Mesin, Pasang Kincir Air di Kaliku

Anggota Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) S-1 ITN Malang foto bersama dalam abdi masyarakat pemasangan kincir air di Kaliku, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang

Anggota Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) S-1 ITN Malang foto bersama dalam abdi masyarakat pemasangan kincir air di Kaliku, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (30/10/2021). (Foto: Istimewa)


itnmalangnews.id – Kaliku. Ditilik dari namanya sudah bisa ditebak adalah sebuah sungai. Berada di RT 02, Rw 01, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Kaliku sendiri berakar dari sebuah Kelompok Aktivis Lingkungan Hidup dan Kelestarian Budaya yang menjadikan sungai di Desa Pakisaji menjadi bermanfaat untuk warga sekitar.

Baca juga: www.itn.ac.id

Mendukung upaya tersebut, sekitar 40 mahasiswa Teknik Mesin S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tergerak melakukan abdi masyarakat. Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM S-1) melaksanakan abdimas dengan memasang kincir air guna mendukung penerangan di sekitar Kaliku. Kincir air diserahkan secara simbolis oleh Ketua Prodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang, Dr Komang Astana Widi, ST MT, kepada Kepala Desa Pakisaji, Sabtu (30/10/2021).

Abdi Masyarakat 2021 mengusung tema Implementasi Teknologi Mikrohidro untuk Sumber Energi Listrik Terbarukan Sebagai Sarana Meningkatkan Jiwa Pengabdian Kepada Masyarakat Oleh Mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang.

Dikatakan Witi Harmoji, Koordinator Abdi Masyarakat HMM S-1 2021, kincir air yang dipasang adalah jenis kincir air undershot PLTA pico hydro, dan memiliki daya ±100 watt. Bisa untuk menyalakan sampai dengan 10 buah lampu dengan besar daya 9 watt arus DC. Kincir air ini merupakan hasil penelitian dari Dr Eko Yohanes Setyawan, ST MT, dan Ir Soeparno Djiwo, MT.

Baca juga: Daur Ulang Sampah Plastik, Muhammad Aditiya Kenalkan Teknologi Pengolahan Plastik

“Lampu tersebut untuk menerangi jalan di pinggir sungai. Daya ini bisa lebih bergantung putaran kincir yang di-support oleh debit/aliran air. Listrik dari pico hydro ini bisa langsung bermanfaat bagi masyarakat setempat,” jelas Witi saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Kamis (04/11/2021).

Kegiatan adimas dilakukan beberapa tahap. Dua minggu sebelumnya HMM S-1 sudah mulai melakukan survey lokasi dan bersih-bersih lokasi. Kemudian melakukan pengecoran dudukan jembatan penyangga kincir air, dan pemasangan jembatan pada Jumat (19/10/2021). Baru abdimas terakhir pemasangan kincir air, tiang listrik, dan bola lampu pada Jumat (26/10/2021).

“Abdimas ini untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang penerapan ilmu pengetahuan di bangku kuliah. Bagaimana teknologi menjadi inovasi/kreasi yang mempunyai daya guna bagi masyarakat. Sehingga bisa meningkatkan pola pikir mahasiswa terhadap keadaan realistis, peduli terhadap masyarakat dan lingkungan, relasi terhadap institusi dan desa. Juga sebagai bukti eksistensi pihak Kaliku dan ITN Malang khususnya Prodi Teknik Mesin S-1,” beber mahasiswa asal Lombok Timur, NTB ini.

Baca juga: Mahasiswa Teknik Mesin S-1 Pasang Tulisan Wisata di Pakis Suceng

Sementara itu Azwar Alamsah senior HMM mengatakan, pemasangan kincir air di Kaliku sangat tepat. Pangkalnya di Kaliku masih minim penerangan lampu. Upaya ini untuk mendukung eksistensi wisata Kaliku, dan juga ITN Malang, serta HMM S-1.

Alhamdulillah, kemarin warga yang terlihat banyak juga. Mereka mendukung kegiatan kami. Hadir juga pihak pengelola wisata Kaliku. Jadi, kami tidak risau kincir air ditempatkan di sana, karena ada pengelolanya juga,” ujar Azwar.

Mahasiswa asal Lombok Barat ini berharap, kincir air bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh warga. Mahasiswa juga bisa belajar pengembangan energi alternatif khususnya energi air. Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Ketua Prodi Teknik Mesin S-1 dengan Kepala Desa Pakisaji.

“Semoga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penerangan warga. Dan, dengan pengabdian kepada masyarakat ilmu yang didapat mahasiswa bisa diamalkan agar bermanfaat untuk orang banyak,” tandasnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Djoko Hari Praswanto, ST MT selaku pembimbing abdimas, Febi Rahmadianto, ST., MT dan Tutut Nani Prihatmi, SS S.Pd M.Pd, dosen Teknik Mesin S-1 ITN Malang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

(Visited 175 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *