itnmalangnews.id – Rombongan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur diterima dengan hangat di Kampus I ITN Malang oleh Wakil Rektor I Dr.Ir. Kustamar,MT, dan Wakil Rektor II Dr.Ir. Julianus Hutabarat. MSIE, Sabtu (28/5). Lawatan ini merupakan kegiatan studi banding bidang pendidikan dan pariwisata Pemda Kabupaten Sumba Timur ke Kota Malang, dimana dalam rombongan terdapat 19 camat dari 22 kecamatan se-Sumba Timur. Tak aneh kalau pemda Sumba Timur mengunjungi ITN Malang. Pasalnya ada kerjasama antara Pemda Sumba Timur dengan ITN Malang terkait rencana tata ruang wilayah.
Domu Warandoy, SH., MSI, Asisten Tata Praja Sumba Timur menyampaikan, bahwa para camat diikutsertakan guna menimba ilmu dan pengalaman. “Para camat setelah kembali ke wilayahnya masing-masing nantinya bisa bercerita dan memberi informasi pada masyarakat dan sekolah-sekolah. Karena dengan melihat sendiri akan lebih membekas dan paham dari pada hanya mencari informasi dari internet,” ujar Domu Warandoy. Dengan demikian camat harus bisa menguasai banyak hal, karena dituntut pemahaman pengetahuan, pendidikan dan sosial ekonomi.
Dalam acara ini berkesempatan hadir pula putra daerah Sumba Timur Prof.Dr.Eng.Ir. Abraham Lomi, MSEE yang juga pernah menjabat Rektor ITN Malang dua periode 2003-2011. Menurut Abraham Lomi, ada cita-cita besar agar Pulau Sumba bisa bersatu membentuk provinsi. Segala upaya dikerahkan sampai akhirnya bekerjasama dengan ITN Malang dalam pembangunan tata ruang Kabupaten Sumba Timur.
Banyak mahasiswa Sumba Timur berbondong-bondong sekolah ke Malang, dengan perputaran uang yang sedemikian besar. Perlu adanya pembangunan dan infrastruktur dalam bidang pendidikan di Kabupaten Sumba Timur. Sehingga anak-anak bisa sekolah di sana dan uang bisa tetap berputar di Sumba Timur. “Untuk pengembangan pendidikan bisa nantinya kerjasama seperti studi banding ke Malang atau pertukaran pelajar,” masukan Abraham Lomi kepada rombongan. (sar)

