Ada Lapak Buku di Hari Bumi

Komunitas Mahasiswa ITN Peduli Literasi (KAMI Peduli) ITN Malang menggelar lapak buku, di Gedung Workshop Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan

Komunitas Mahasiswa ITN Peduli Literasi (KAMI Peduli) ITN Malang menggelar lapak buku, di Gedung Workshop Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), ITN Malang, Jumat (22/4/2022). (Foto: Istimewa)


itnmalangnews.id – “Kita terlanjur memulai kehidupan di bumi, mari kita selesaikan dengan rapi!” Tagline tersebut mengawali Komunitas Mahasiswa ITN Peduli Literasi (KAMI Peduli) untuk mengajak segerap pemuda khususnya mahasiswa dalam memahami Hari Bumi. Peringatan Hari Bumi (Earth Day) yang diperingati setiap tanggal 22 April bertujuan untuk melindungi lingkungan, dengan meningkatkan kesadaran, dalam menjaga keseimbangan ekosistem dari krisis global.

Baca juga:  www.itn.ac.id 

Hari Bumi 2022 mengusung tema “Investasi Planet Kita” atau “Invest in Our Planet”, tema yang kental dengan masa depan bumi “hijau” sebagai tanggung jawab semua orang. Ditengah krisis iklim yang berkembang, maka diperlukan juga advokasi, dan tindakan lingkungan yang semakin menggarisbawahi perlunya “Investasi Planet Kita”.

Isu global inilah yang disikapi oleh mahasiswa Institut Teknologi nasional (ITN) Malang yang tergabung dalam KAMI Peduli. Mengusung tema “Merawat Bumi Membangun Peradaban” mahasiswa dari berbagai program studi ini menggelar lapak buku dan diskusi lingkungan di Hall Kampus I ITN Malang, di Gedung Workshop Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), ITN Malang, Jumat (22/4/2022).

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong literasi (minat baca), serta pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menghargai hubungan antara manusia dan alam (Bumi). Sekaligus membangun mentalitas pencerahan untuk menyikapi masalah global terkait kelestarian alam,” terang Galank Vijanarki, koordinator kegiatan saat dihubungi lewat sambungan whatsapp, Senin, (26/4/2022).

Baca juga: Masalah Klasik Sampah jadi Perhatian Wisudawan Terbaik Teknik Lingkungan

Lapak buku menyediakan kurang lebih 30 judul buku dengan tema beragam. Mulai buku akademik, environmental, filsafat, gagasan pemikiran tokoh-tokoh dunia, novel, sejarah, dan sastra klasik/modern. Panitia memperbolehkan buku untuk dipinjam selama satu bulan, dengan harapan dapat dibaca sampai selesai.

“Yang paling laris dipinjam adalah buku gagasan lingkungan, novel, dan buku-buku tentang sejarah. Kalau asal buku-bukunya sendiri kami himpun dari teman sesama komunitas. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi pendorong terciptanya insan akademis yang berlandaskan pada tri dharma perguruan tinggi. Terbuka, dan peka terhadap perkembangan isu-isu lokal, regional, nasional, dan global,” lanjut Arki sapaan akrab Galank Vijanarki.

Dikatakan Arki, kebanyakan mahasiswa yang datang ke lapak buku menyatakan rindu akan kegiatan-kegiatan yang memfasilitasi literasi. Bahkan, ada mahasiswa yang masih bingung dengan kegiatan tersebut. Pasalnya kegiatan semacam ini cukup lama tidak dilaksanakan karena berbagai faktor, salah satunya pandemi. “Kedepannya kegiatan ini kami rencanakan untuk bisa dilaksanakan secara berkesinambungan, dengan target partisipan yang lebih banyak dari sebelumnya,” harapnya.

Baca juga: Mahasiswa PWK Peringati Hari Bumi dengan Bersih Sungai

Selain Galank Vijanarki dari Teknik Lingkungan, penggagas komunitas KAMI Peduli adalah Ahmad Fauzi, Hafid Mahendra, Galang Surya Kelana (mahasiswa Teknik Sipil), dan Syahirdan (mahasiswa Arsitek). Ahmad Fauzi mengungkapkan, terbentuknya KAMI Peduli ketika mereka sering berdiskusi mengenai isu-isu yang sedang berkembang. Mereka melihat, dalam situasi saat ini ditemui mahasiswa yang masih minim update tentang isu-isu yang sedang berkembang. Khususnya isu diluar ranah kampus yang notabene masih bersinggungan dengan basic keilmuan di ITN Malang. Berangkat dari kondisi tersebut, mereka berinisiatif untuk membentuk sebuah komunitas yang bertujuan menstimulasi mahasiswa melalui gerakan literasi.

“Kemungkinan karena efek covid-19 juga yang membuat mahasiswa kurang berinteraksi dengan teman, dan kakak tingkatnya di kampus. Selain itu, juga kurangnya informasi tentang isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat. Harapannya melalui kegiatan ini bisa mengedukasi mahasiswa sebagai insan akademis. Mendorong mahasiswa ITN Malang untuk lebih berkembang, dan jeli melihat kondisi nasional, bahkan mancanegara yang dikorelasikan dengan basic keilmuan masing-masing,” tukas Ahmad Fauzi yang juga koordinator kegiatan. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

(Visited 288 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *