Mahasiswa Teknik Geodesi ITN Malang membagikan takjil di depan Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Mita/Humas)
itnmalangnews.id – Ada pemandangan hangat di depan Kampus 1 ITN Malang pada Jumat sore (13/03/2026). Di tengah hiruk pikuk kendaraan yang mengejar waktu berbuka, belasan mahasiswa Teknik Geodesi S-1, Institut Teknologi Nasional Malang tampak sibuk membagikan paket takjil kepada para pengendara dan pejalan kaki. Aksi sosial ini wujud nyata solidaritas mahasiswa yang melampaui batas perbedaan agama.
Anicentus Efrem Bu’u, ketua pelaksana, mengungkapkan, antusiasme anggota Himpunan Mahasiswa Geodesi (HMG) kali ini sangat luar biasa. Tak hanya mahasiswa muslim, mahasiswa non-muslim pun terjun langsung mulai tahap persiapan hingga turun ke jalanan membagikan takjil. Bagi mereka, perbedaan keyakinan justru menjadi motor penggerak untuk menyukseskan acara ini.
“Kami di Geodesi tidak membeda-bedakan. Teman-teman non-muslim sangat semangat membantu, karena kami merasa senang bisa mendukung saudara-saudara yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ini soal kebersamaan,” ungkap mahasiswa semester 6 tersebut.
Momen kebersamaan Himpunan Mahasiswa Geodesi dengan para dosen saat Ramadan. (Foto: Istimewa)
Hanya dalam waktu singkat sekitar 200 takjil yang dipersiapkan ludes dibagikan. Isinya pun beragam, mulai dari air mineral, roti, hingga es teh dingin yang segar. Paket-paket ini merupakan hasil kolaborasi antara HMG, dukungan program studi, hingga kontribusi dari Ikatan Alumni Teknik Geodesi.
Senada dengan itu, Ketua HMG Reynaldo Antonio Bokilia menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama di jurusannya. “Motivasi kami mensukseskan acara ini tanpa membeda-bedakan latar belakang. Di Geodesi, mahasiswa kami tidak hanya yang muslim, tapi juga ada dari agama lain. Kami yang non-muslim pun merasa sangat antusias menyambut Ramadan dengan berbagi takjil, karena kami senang bisa membantu saudara-saudara yang sedang berpuasa,” jelasnya.
Baca juga: Berbagi Keceriaan, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang Sambangi Panti Asuhan Amanah Bunda
Salah satu momen yang cukup menyentuh adalah saat seorang bapak pemulung menerima paket tersebut dengan mata berkaca-kaca. Beliau memberikan doa tulus agar para mahasiswa ini kelak menjadi insinyur yang sukses dan tetap rendah hati. Momen-momen seperti inilah yang membuat tantangan mengatur lalu lintas di depan kampus terasa tidak seberapa dibandingkan kebahagiaan yang didapat.
Tahun ini, jumlah paket yang dibagikan meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah 150 paket. Reynaldo berharap kegiatan bertema “Berbagi Kebaikan, Menjalin Kebersamaan di Bulan Suci Ramadan” ini bisa terus konsisten dan menjadi agenda rutin tahunan.
“Setelah berbagi takjil kami juga mengadakan buka bersama untuk semakin meningkatkan rasa kebersamaan antar anggota HMG dan juga dosen,” pungkasnya.
Ke depan, HMG berencana memperluas jangkauan manfaat dengan menggandeng himpunan mahasiswa jurusan lain di lingkungan ITN Malang. Harapannya agar kepedulian sosial mahasiswa semakin terasah dan solidaritas antar sesama semakin kokoh, baik di dalam maupun di luar kampus. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

