Yudisium FTI ITN Malang mengukuhkan 85 sarjana baru. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Momen haru sekaligus bangga menyelimuti Ruang Amphi Mesin Lt 2, Kampus 2 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Jumat (20/02/2026). Sebanyak 85 mahasiswa dari tujuh program studi di Fakultas Teknologi Industri (FTI) resmi dikukuhkan dalam Yudisium Periode I Tahun Ajaran 2025/2026.
Baca juga: ITN Malang dan Pakar RMIT Vietnam Bedah Masa Depan AI dan Transformasi Digital
Dekan FTI, Dr. I Komang Somawirata, ST., MT., dalam sambutannya mengingatkan para lulusan bahwa status sarjana mereka sebenarnya sudah sah sejak yudisium. Namun, ia menekankan bahwa dunia nyata setelah ini akan jauh lebih menantang.
“Setelah lulus kalian akan berkompetisi dengan lulusan PTN dan PTS seluruh Indonesia. Perjuangan sesungguhnya baru dimulai. Jaga marwah almamater, rajin-rajinlah menjalin networking karena info lowongan kerja seringkali datang dari grup alumni atau kakak tingkat,” pesan Komang.
Ia juga berpesan agar para lulusan tetap menjalin komunikasi dengan prodi untuk pendataan karir, serta berharap ada alumni yang mampu membuka lapangan kerja sendiri sebagai owner.
Dari puluhan peserta yudisium, nama Baiq Isnina Latifa mencuri perhatian. Mahasiswi asal Lombok, NTB, dari Prodi Bisnis Digital S-1 ini berhasil keluar sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK nyaris sempurna, 3,93. Hebatnya lagi, Nina sapaan akrabnya membuktikan bahwa kuliah di ITN Malang ia berhasil tuntas hanya dalam waktu 3,5 tahun.
“Bangga sekali, apalagi saya merantau jauh. Banyak orang bilang masuk ITN itu gampang tapi keluarnya susah, tapi saya buktikan itu salah. Kalau kita rajin dan jaga sikap, semua berjalan lancar,” ungkap Nina yang juga Runner-up 1 Duta Kampus 2024 ini.
Baca juga: Grand Final Pemilihan Duta Kampus ITN Malang 2024, Ajang Bergengsi Bagi Mahasiswa Berprestasi
Selain Nina yang meraih predikat terbaik fakultas, beberapa nama juga mencatatkan hasil gemilang sebagai yang terbaik di prodinya masing-masing, yakni:
- Baiq Isnina Latifa, IPK 3,93 (Bisnis Digital S-1)
- Marita Putri Nabila, IPK 3,91 (Teknik Informatika S-1)
- Trustha Aurora Firdauza, IPK 3,84 (Teknik Kimia S-1)
- Muhamad Cahyo Samudro, IPK 3,79 (Teknik Elektro S-1)
- Dwi Apink Dela Nesfian, IPK 3,78 (Teknik Industri S-1)
- Alamsyah Surya Kencana, IPK 3,10 (Teknik Mesin S-1)
- Igo Alvito Rosyid, IPK 3,55 (Teknik Mesin D-3)
Kunci sukses Nina ternyata ada pada manajemen waktu yang simpel namun disiplin. Meski sibuk menjadi bendahara Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HMBD) selama dua periode, dan menjadi asisten Laboratorium Statistik Bisnis, ia tak pernah menunda tugas.
“Semester 5 itu yang paling terasa sibuknya, tapi kuncinya kalau ada tugas langsung dikerjakan, soal hasil belakangan. Yang penting jalan dulu,” seloroh alumnus SMA Negeri 1 Selong, Nusa Tenggara Barat ini.
Setelah ini, Nina berencana pulang ke Lombok untuk mengabdikan ilmunya di daerah asal. Ia pun menyemangati adik tingkatnya, khususnya di Prodi Bisnis Digital, agar tidak ragu. Menurutnya, kuliah di Prodi Bisnis Digital sangat asyik karena menggabungkan sisi teknis dan bisnis tanpa kesan “seram” seperti jurusan teknik pada umumnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

