Peserta yudisium Pascasarjana ITN Malang foto bersama direktur pasca dan jajarannya. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Ada yang tidak biasa dalam Yudisium Program Pascasarjana (PPs), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Sabtu (21/02/2026) kemarin. Sebanyak 32 peserta dari tiga program studi resmi dikukuhkan dalam prosesi yang digelar secara hybrid di Ruang Sidang Pascasarjana Kampus 1.
Baca juga: Kualitas Pascasarjana Diakui, ITN Malang Jadi Rujukan Benchmarking Universitas Trunojoyo Madura
Yang menarik perhatian, ada 11 peserta sukses meraih IPK sempurna 4.00. Prestasi ini kian mengesankan karena mayoritas mahasiswa, baik yang berprestasi maksimal maupun lulusan lainnya mampu menuntaskan studi hanya dalam waktu tiga semester atau 1,5 tahun.
Yudisium periode semester ganjil ini diikuti oleh 16 mahasiswa dari Magister Teknik Industri, 12 mahasiswa dari Magister Teknik Sipil, dan 4 mahasiswa dari Magister Teknik Elektro. Karena banyaknya peraih IPK 4.00, pihak prodi bahkan harus bekerja ekstra menentukan lulusan terbaik berdasarkan detail hasil ujian tesis mereka.
Direktur Program Pascasarjana ITN Malang, Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT., tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurut Prof Lalu, jumlah peserta kali ini tergolong banyak untuk ukuran semester ganjil.
Novita Dwi Fatmawati mahasiswa Magister Teknik Sipil memberikan pesan dan kesan saat yudisium Program Pascasarjana ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
“Tahun ini banyak yang lulus dalam 3 semester. Ini luar biasa. Apalagi banyak tesis yang mengangkat objek penelitian dari daerah asal masing-masing dan tempat mereka bekerja, sehingga ilmunya bisa langsung bermanfaat bagi pengabdian mereka di sana,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan yang mayoritas merupakan ASN dan profesional swasta tidak cepat puas. Prof. Lalu mendorong mereka untuk melanjutkan ke Program Doktor Manajemen Rekayasa (DMR) yang sudah berjalan dua tahun di PPs- ITN Malang.
Pesan penting juga disampaikan oleh para kaprodi, salah satunya Kaprodi Magister Teknik Industri, Prof. Dr. Ir. Julianus Hutabarat, MSIE., yang mengingatkan bahwa gelar magister membawa tanggung jawab moral. “Anda harus bisa mempertanggungjawabkan kemampuan ini di masyarakat. Nanti setelah kembali ke daerahnya jangan melupakan almamater, jaga nama baik ITN Malang, dan tetaplah menjalin komunikasi baik dengan prodi maupun kampus,” pesannya.
Daftar lulusan terbaik untuk masing-masing prodi akhirnya jatuh kepada:
- Syukri Akbar (Magister Teknik Elektro) – IPK 4.00
- Novita Dwi Fatmawati (Magister Teknik Sipil) – IPK 4.00
- Agung Setyo Nugroho (Magister Teknik Industri) – IPK 4.00
Novita Dwi Fatmawati mengaku sempat kaget saat namanya disebut sebagai yang terbaik. Baginya, perjalanan tesis sambil membagi waktu dengan pekerjaan bukan hal yang mudah. “Penuh lika-liku dan tantangan luar biasa,” ungkapnya jujur.
Senada dengan itu, Syukri Akbar yang mengikuti prosesi secara daring merasa bangga bisa lulus dengan hasil sangat memuaskan. Ia menekankan pentingnya saling dukung antar teman, terutama saat berjuang menuntaskan publikasi ilmiah. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

