itnmalangnews.id – Sketsa merupakan hal yang sangat penting bagi arsitektur. Dengan sketsa kita bisa mendesain gambar secara cepat dan orisinil. Bahkan setelah menggambar dengan komputer sudah lumrah dilakukan oleh arsitek, sketsa pun tidak serta-merta ditinggalkan. Melihat pentingnya hal tersebut mahasiswa arsitektur ITN Malang membentuk Sketch Club. Sebuah perkumpulan anak-anak sketsa arsitektur ITN Malang yang dideklarasikan tanggal 30 Oktober 2016 yang lalu.
Berawal dari vakumnya kegiatan mahasiswa arsitektur di luar kegiatan himpunan, sedangkan tugas kuliah mengharuskan mahasiswa bisa membuat sketsa. Melihat potensi mahasiswa inilah salah satu dosen arsitektur ikut mengagas terbentuknya sebuah club/perkumpulan. “Setelah beberapa kali kumpul, akhirnya kurang lebih 30 anak bergabung dalam Sketch Club ini. Kita bukan club professional, kita semua masih dalam taraf belajar disini,” ungkap Hamka, dosen arsitektur sekaligus pembina Sketch Club saat ditemui itnmalangnews.id di ruang Humas ITN Malang, Jumat (2/12).
Menurut Hamka semua mahasiswa punya kemampuan dan potensi. Dalam Sketch Club mahasiswa yang bagus teknik menggambarnya akan mengajari yang belum faham. Dengan begitu yang belum bisa akan menjadi bisa dan yang sudah bisa semakin mahir. Banyak media yang bisa digunakan, baik itu cat warna maupun hitam putih. Sedangkan obyek yang menjadi bidikan biasanya sketsa on the spot di lokasi atau bangunan-bangunan yang menarik seputar Kota Malang. Misalnya alun-alun, stasiun, masjid dan sebagainya .
“Kita ambil jadwal tiap weekend untuk berkumpul, sambil sketsa on the spot kita juga bisa refreshing dan jalan-jalan. Untuk sementara anggota masih mahasiswa arsitektur, tapi tidak menutup kemungkinan bagi mahasiswa lain penghobi sketsa atau masyarakat umum bisa bergabung on the spot bersama,” tambahnya. (sar)
