Bupati Kabupaten Sorong, Dr. Johny Kamuru, SH., M.Si., mengunjungi PLTS ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dan Pemerintah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, menandatangani kesepakatan bersama (MoU) di Ruang Rapat Fakultas Teknologi Industri (FTI) Kampus 2 ITN Malang, Senin (28/07/2025). Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD., dan Bupati Kabupaten Sorong, Dr. Johny Kamuru, SH., M.Si.
Komitmen ITN Malang dalam Peningkatan Kualitas SDM
Rektor menegaskan komitmen ITN Malang untuk mendukung Kabupaten Sorong dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya generasi muda yang kompetitif secara global. Ia menjelaskan, prodi di ITN Malang tidak hanya membekali mahasiswa dengan pendidikan keilmuan, tetapi juga melalui program magang dan sertifikasi. Setiap lulusan ITN Malang akan dibekali sertifikat yang relevan untuk bersaing di dunia kerja.
“Kami berkomitmen memberikan pendampingan dengan mencetak generasi muda yang bisa bersaing secara global,” ujarnya.
Baca juga: MoU ITN Malang dan Papua Barat Daya Perkuat SDM dan Pengembangan Wilayah Timur
Selama itu ITN Malang juga telah mendidik beberapa mahasiswa asal Papua melalui beasiswa Binterbusih, maupun dana mandiri. Rektor berharap kerja sama dengan Kabupaten Sorong dapat ditingkatkan tidak hanya dalam pekerjaan perencanaan, tetapi juga melalui program peningkatan SDM S1, S2, dan S3. Dimana untuk S2 dan S3 memungkinkan mahasiswa belajar secara daring dan sesekali datang untuk ujian di kampus.
“Kami sangat senang menerima kedatangan Bapak Bupati mengunjungi kampus kami. Kami berkomitmen mengembangkan kerja sama. Selain pendidikan juga bidang penelitian, seperti teknologi tepat guna yang bisa diterapkan di masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menekankan potensi kerja sama dalam pengembangan energi baru terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). ITN Malang sendiri memiliki PLTS skala kecil di Mahulu, Kalimantan Timur, dan laboratorium pelatihan untuk peningkatan SDM di bidang energi terbarukan, pusat pengelasan atau building center. Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta dapat mandiri dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Selain itu, ITN Malang juga menawarkan bantuan dalam pengembangan sistem informasi dengan Teknik Informatika, dan memiliki teknologi pengolahan sampah yang dikembangkan oleh Teknik Mesin.
“Pengembangan Kabupaten dan Kota Sorong begitu cepatnya. Hal ini perlu diantisipasi dengan pengolahan sampah yang baik,” kata rektor. ITN Malang juga menawarkan tes minat dan bakat gratis yang dapat dilakukan secara daring untuk membantu lulusan SMK/SMA dalam memilih jurusan yang tepat.
Harapan Bupati Sorong untuk Kemajuan Daerah
Bupati Kabupaten Sorong, Dr. Johny Kamuru, menyambut baik kerja sama ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. “Di dunia ini kemajuan masyarakat tidak bisa kita bangun secara mandiri, perlu kerja sama khususnya dengan institusi pendidikan,” tutur bupati.
Baca juga: ITN Malang Kembali Dipercaya Ikut Majukan Kabupaten Flores Timur
Ia menekankan bahwa MoU ini adalah payung hukum untuk pengembangan SDM dan pemanfaatan teknologi demi kemajuan masyarakat Kabupaten Sorong. Apalagi sebagai bagian dari provinsi baru Papua Barat Daya, Kabupaten Sorong menghadapi tantangan dan peluang baru. Perlu diketahui, kantor gubernur dibangun di atas asetnya Kabupaten Sorong.
Untuk mengantisipasi pesatnya pembangunan maka kerja sama tersebut membutuhkan ilmu dan teknologi. Bupati melihat potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan seperti listrik tenaga surya dan hidro di wilayahnya.
“Sisa tugas saya fokus kerja sama dengan ITN Malang, terkait di kampung-kampung untuk pembangunan listrik tenaga surya, hidro, pengolahan sampah, dan lain-lain,” pungkasnya, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap implementasi kerja sama ini.
Inovasi PLTS ITN Malang Inspirasi untuk Papua
Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., ahli pengembangan PLTS Teknik Elektro ITN Malang, memaparkan tentang pengembangan PLTS 500 KWp/0,5 MWp di Kampus 2 ITN Malang. PLTS ini telah beroperasi sejak tahun 2021 dan menjadi sumber listrik utama di kampus.
“Listrik yang kita nikmati sekarang ini bersumber dari PLTS. Semoga menjadi ide pengembangan PLTS di daerah terpencil di Papua,” ujarnya.
Dijelaskan Widodo, ITN Malang juga telah memasang PLTS di lereng Gunung Semeru, dan sedang melakukan survei potensi pemasangan PLTS di Gunung Rinjani. Di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, ITN Malang juga telah membantu dalam pembuatan detail desain PLTS untuk kebutuhan kantor Bappeda dengan memberikan dukungan dalam desain serta konstruksi PLTS berskala kecil.
“Keberadaan PLTS ini diharapkan dapat meringankan biaya transportasi bahan bakar ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

