itnmalangnews.id – Kemenangan tim U.A.R.T 1 (Uber Alles Roboboard Team) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tidak hanya membanggakan masyarakat Malang khususnya, dan rakyat Indonesia umumnya. Tetapi ini juga menjadi contoh bagi para generasi muda bahwa kreativitas dan usaha keras sangat dibutuhkan. Kesuksesan tidak akan pernah datang dengan hanya berpangku tangan dan mengeluh. Keberhasilan selalu harus diawali dengan usaha keras dan pengorbanan.
Ditemui di ruang sidang rektorat, tim U.A.R.T 1 yang baru menganggat tropi juara itu bercerita kisah perjuangannya mengikuti Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) di Surabaya. Kadek Budi Adnyana Putra, manajer tim bercerita bahwa dalam lomba ini ada tahapan yang harus dilalui. Pertama, mengajukan proposal dulu.”Kami sebetulnya mengajukan 6 proposal tetapi hanya lolos 2 proposal yaitu kategori fuel engine dan elektro,” kata mahasiswa jurusan teknik mesin S1 tersebut. Kedua, seleksi tahap dua untuk menuju babak desain. Tenyata, di babak ini yang lolos hanya satu proposal yaitu kategori fuel engine.
Setelah dinyatakan lolos maka dibuatlah desain sebagaimana disayaraktan DIKTI. Dalam membuat desain tim mempelajari desain kapal sebelumnya yang pernah menjadi juara tiga. Dari situ diputuskan untuk membuat kapal berbahan fiber clos dengan spek: panjang 101 sentimeter, lebar 36 sentimeter, tinggi 26 sentimeter, mesin 30 cc. “Desain ini juga tidak langsung jadi. Kita ujicoba dulu di air miring atau tidak. Jika miring maka kita buat lagi kapal yang baru,” lanjut pemuda asal Bali itu.
Setelah jadi, maka uji coba selanjutnya adalah di air. Menurut Kadek, kali ini yang agak berat. Dia bersama timnya harus bolak-balik Malang-Surabaya karena di Malang tidak ada lokasi yang tepat untuk uji coba. Untuk mencoba butuh lahan yang lebar dan airnya dangkal. Karena jika mati di tengah air harus mengambil kapal. “Di Malang adanya bendungan yang airnya dalam, kalau kapal mati ditengah bendungan akan susah diambil karena kami semua tidak bisa berenang,” kata dia.
Intensitas uji coba ini dilakukan oleh tim U.A.R.T 1 sebanyak 2 hingga 3 kali Malang-Surabaya dalam seminggu. Itu dilakukan hingga tiga bulan selama proses pembuatan. Hingga akhirnya tercipta kapal tanpa awak yang membawanya ke puncak. Kapalnya resmi menyandang juara nasional pada 2 Desember lalu.
Kadek juga menuturkan bahwa selama lomba kapal melalui dua tantangan yaitu manuver dan drag. Lintasan manuver membentang sepanjang 86 meter. Jarak ini rupanya dapat ditempuh oleh kapal ITN Malang hanya dalam waktu 59 detik, sementara yang lain diatas satu menit semua. Yang kedua tantangan drag yaitu lintasan lurus sepanjang 50 meter. Kapal dapat melahap lintasan itu 18 detik.
Adapun nama-nama anggota tim U.A.R.T 1 sebagai berikut: tim teknis di antaranya, Bambang Hermanto, Kadek Budi Adnyana Putra, Andreas Teguh Setyo Pambudi. Tim non teknis di antaranya: Ninar Merta Pangestu, Arif Ananjaya, dan Imam Mustakim. Semuanya jurusan teknik mesin. (her)
