itnmalangnews.id – Hampir pingsan, Fitri Mulyadi mahasiswi Geodesi ITN Malang ini tak jera untuk donor darah. Memang membutuhkan persiapan untuk melakukan donor darah, baik dari segi kesehatan dan mental. Bagi Fitri, mengikuti donor darah untuk kali pertama merupakan pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Ia sempat oleng tatkala selesai melakukan donor darah yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) ITN Malang di auditorium Kampus I ITN Malang, Selasa (28/2). Hal ini membuat temannya sesama pendonor kaget. Untunglah petugas medis dari PMI Kota Malang sigap, mengangkat dan membaringkannya di matras khusus yang dipersiapkan pasca donor darah.
Menurut mahasiswa semester satu ini, ia merasa melayang, ringan dan tiba-tiba lemas. Sebenarnya kasus semacam ini wajar dan banyak terjadi pasca donor darah. Penanganan yang dilakukan adalah membaringkannya dengan kaki ditinggikan, sampai perasaan itu hilang. “Habis donor tiba-tiba gemetar, dan keluar keringat dingin,” tutur mahasiswi asal Sukabumi ini sambil menikmati susu yang sudah disediakan oleh PMI.
Berbeda dengan Sri hardiyanti, teman sekelas Fitri. Mahasiswa asal Gorontalo ini meski baru pertama kali sebagai pendonor namu nampak segar bugar. Ada pengalaman tersendiri kenapa ia memutuskan aktif melakukan donor darah. “Waktu itu bapak saya pernah sakit dan membutuhkan darah golongan AB, tapi susah banget mencarinya. Maka dari itu saya ingin aktif donor untuk membantu yang membutuhkan,” ungkapnya.
Kegiatan donor darah memang sering diadakan oleh Unit Kreatifitas Mahasiswa (UKM) ITN Malang, salah satunya KMK. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke 35, dengan mengangkat tema Membangun Kasih dan Keberagaman. “Banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan darah, maka dengan kegiatan ini berupaya meringankan dan ikut membantu kebutuhan akan pasokan darah di PMI Kota,” terang Salestinus Suryanto Derosari Ketua Dies Natalis. (sar)
