ITNMALANGNEWS.COM – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bersama Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) dan KOPTI menyelenggarakan Forum Ilmiah Tahunan untuk para surveyor Indonesia. Kegiatan ini dilakukan untuk memberi penyegaran wawasan terhadap para surveyor Indonesia. “Kegiatan penyegaran ini merupakan program tahunan kami, untuk membangun jaringan yang dan memberi tambahan pengetahuan antara surveyor,” terang Ir.irgo Eresta,M.ENG.Sc, ketua ISI, dalam sambutannya di ballroom Klub Bunga Butik Resort, Kota Batu (19/11/2015).
Tema yang dipilih adalah “Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Administrasi Pertanahan yang Baik”. Menurut pria yang akrab disapa Virgo itu, tema ini titik tekannya ada pada pengelolaan administrasi, karena sejauh ini administrasi pertanahan di Indonesia masih rumit. “Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang teman, dia menyatakan kesulitan berinvestasi di Indonesia lantaran pendaftaran dan perizinan tanah yang masih sulit,” lanjutnya.
Menyikapi soal ini, ISI menjalin MoU (Memorandum of Understanding) dengan kementerian Agraria & Tata Ruang dan Kepala Badan Pertanahan Nasional, yang turut hadir dalam acara nasional tersebut. Harapan dari MoU ini adalah adanya kerjasama di bidang pemetaan dan pembuatan peta pertanahan antara ISI dengan pemerintah.
Sementara ketua Panitia, Leo Pattimena.MS.c, menyatakan bahwa forum ilmiah ini akan berlangsung selama tiga hari antara 18-20 November. Selama proses peserta akan diberikan beberapa materi penting di antaranya: Menggagas Kembali E-Sertifikat, Restandarisasi Survei Kadaster, Metada dalam Pengelolaan Informasi Geospasial di Pemerintahan daerah, dan beberapa materi lainnya. “Ini semua mencakup pengelolaan tata ruang dan perizinan,” papar pria yang juga dosen ITN Malang itu. (her)

