itnmalangnews.id – Lomba kuat tekan beton yang diselenggarakan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, menjadi ajang pembuktian diri bagi para Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menunjukkan kekuatan racikan betonnya. Pagelaran ini diikuti oleh setidaknya tujuh sekolah dan 12 tim dengan komposisi setiap tim terdiri atas tiga orang. “Sebagian besar sekolah yang berpartisipasi mengirim dua tim perwakilan, dan memang maksimal dua tim,” terang Ruth Adini Novita, ketua panitia saat ditemui di lokasi acara di ITN Malang kampus I.
Menurut gadis semester 5 tersebut, dalam lomba ini setiap tim mengusulkan sendiri model campuran beton yang akan dibuat. Jadi setiap tim model racikan bisa jadi berbeda. Tentu saja perbedaan ini yang akan mempengaruhi seberapa kuat beton yang dibuat. “Sebelum lomba ini dimulai, meraka (para tim) harus mengirim proposal pengajuan permintaan banyaknya bahan-bahan. Bahan sama semua: pasir, kerikil, semen, dan air. Sesaat sebelum mulai, bahan-bahan ditimbang sesuai di proposal dan lalu diberikan pada tim,” lanjut dara asli Malang itu.
Bahan-bahan yang sudah serahkan ke tim langsung dicampurkan dan diaduk sesuai kebutuhan masing-masing. Mereka diberikan waktu sekitar 2 jam untuk mixing. Setelah itu dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk silinder berukuran 15×30 sentimeter dan setiap tim diberikan dua cetakan. “Setelah dibuat pada cetakan, keesokan harinya beton dilepas dari cetakan. Lalu direndam dalam air selama 28 hari. Baru setelah itu dilakukan pengujian seberapa kuat beton yang mereka buat. Yang paling kuat tentu saja menjadi juaranya,” papar perempuan yang akrab disapa Ruth itu.
Adapun nama-nama sekolah yang terlibat dalam lomba bertema Civic Creative Living Construction ini di antaranya: SMKN 2 Jogjakarta satu tim, SMKN 2 Surabaya dua tim, SMKN Balung Jember dua tim, SMKN 7 Surabaya dua tim, SMKN Singosari dua tim, SMK Nasional satu tim. (her)
